Metro8.News – Jepara,
Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat tata kelola data di tingkat desa. Bersama Badan Pusat Statistik (BPS), program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) didorong sebagai strategi utama untuk menghasilkan data desa yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data. Dalam pelaksanaannya, BPS berperan sebagai pembina data sesuai amanat kebijakan nasional, yang kemudian diterjemahkan melalui pembinaan statistik sektoral di tingkat desa.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara
Program Desa Cantik sendiri bukan sekadar formalitas. Ia dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola, mengolah, hingga memanfaatkan data secara optimal. Dengan begitu, setiap kebijakan pembangunan di desa dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Dalam implementasinya, kolaborasi tidak hanya melibatkan BPS dan pemerintah desa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara juga turut berperan sebagai walidata, memastikan integrasi dan sinkronisasi data berjalan baik.
Pertemuan koordinasi yang digelar pada Rabu, 24 April 2024 di Desa Kelet, Kecamatan Keling menjadi salah satu contoh nyata sinergi tersebut. Agenda ini membahas kesiapan desa dalam mengikuti program Desa Cantik sekaligus memetakan kondisi ketersediaan data di tingkat lokal.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara
Melalui forum tersebut, berbagai pihak menyamakan persepsi tentang pentingnya data sebagai fondasi pembangunan, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Dorong Desa Melek Data
Program Desa Cantik pada dasarnya bertujuan membangun budaya “melek data” di desa. Aparatur desa didorong tidak hanya mampu mengumpulkan data, tetapi juga memahami cara mengolah dan memanfaatkannya untuk pengambilan keputusan.
Sebelumnya, pembinaan serupa juga telah dilakukan di sejumlah desa di Jepara. Kegiatan ini mencakup pelatihan pengolahan data hingga pemanfaatan indikator sosial ekonomi untuk mendukung kebijakan pembangunan desa.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara
Dengan pendekatan ini, desa diharapkan mampu menjadi produsen data yang valid, bukan sekadar pengguna data dari pihak luar.
Fondasi Pembangunan Berbasis Data
Kabupaten Jepara sebagai salah satu daerah pesisir di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa terus berupaya memperkuat sistem perencanaan berbasis data.
Keberadaan data yang akurat dinilai krusial, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Program Desa Cantik menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Dengan data yang valid dan terkelola baik, pemerintah desa dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak nyata.
Harapan ke Depan
Sinergi antara Pemkab Jepara dan BPS diharapkan mampu menciptakan ekosistem data desa yang kuat dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk kebutuhan administratif, tetapi juga sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di tingkat lokal.
Ke depan, program ini diharapkan bisa diperluas ke lebih banyak desa, sehingga seluruh wilayah di Jepara memiliki standar kualitas data yang sama akurat, mutakhir, dan dapat diakses.
Dengan langkah ini, desa tidak lagi sekadar objek pembangunan, tetapi menjadi subjek utama yang mampu mengelola dan memanfaatkan data demi kemajuan wilayahnya sendiri.
M8/KOMINFO

















