Pekanbaru, Metro8.News – Aksi kejahatan brutal mengguncang warga Pekanbaru. Seorang nenek berusia 60 tahun, Dimaris Isni Sitio, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di kawasan Rumbai. Tragisnya, detik-detik pembunuhan korban terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV).
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, pada Rabu (29/4/2026). Rekaman CCTV berdurasi sekitar 8 menit 39 detik kini menjadi kunci utama pengungkapan kasus tersebut.
Berdasarkan rekaman yang beredar, aksi pelaku dilakukan secara terencana. Para pelaku datang secara bergantian dengan peran masing-masing, seolah sudah menyusun skenario matang sebelum beraksi.
Awalnya, dua orang perempuan tiba menggunakan mobil berwarna hitam. Keduanya masuk ke rumah korban melalui garasi setelah memarkir kendaraan di luar pagar. Tak lama kemudian, seorang pria keluar dari mobil dan terlihat memantau situasi sekitar rumah.
Pria tersebut kemudian memberi isyarat kepada rekannya. Selanjutnya, seorang pria lain masuk ke halaman sambil membawa benda menyerupai balok kayu yang dibungkus. Ia langsung menuju ke dalam rumah.
Korban yang saat itu mengenakan daster biru keluar dari kamar setelah mendengar kedatangan tamu. Tanpa curiga, ia mempersilakan dua perempuan masuk. Bahkan, salah satu pelaku sempat bersalaman dan mencium tangan korban, memperlihatkan sikap sopan untuk mengelabui.
Suasana sempat terlihat akrab. Korban duduk di kursi ruang tamu, sementara dua perempuan berdiri dan berbincang dengannya. Namun situasi berubah drastis dalam hitungan detik.
Seorang pria tiba-tiba melancarkan serangan brutal. Ia memukul kepala korban berkali-kali hingga korban tak berdaya. Meski korban sudah tak sadarkan diri, pelaku tetap melanjutkan aksi kekerasan tersebut.
Dua perempuan yang berada di lokasi diduga ikut membantu dengan menutup pintu rumah agar aksi tidak terlihat dari luar.
Baca Juga: Heboh Penemuan Mayat Remaja di Rembang, Kepala Terikat Kaus dan Dikubur Diam-Diam
Tak hanya itu, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak. Kamera CCTV di beberapa titik, seperti ruang tamu, kamar, dan dapur, dirusak setelah mereka menyadari aksinya terekam.
Dalam rekaman lainnya, terlihat seorang pria datang menggunakan sepeda motor. Ia sempat mondar-mandir di depan rumah sebelum akhirnya masuk ke dalam. Tak lama kemudian, para pelaku keluar satu per satu sambil membawa tas yang diduga berisi barang berharga milik korban.
Mereka kemudian melarikan diri menggunakan mobil dan sepeda motor.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, mengungkapkan jumlah pelaku lebih dari empat orang.
“Pelaku sekitar empat orang, tapi kemungkinan bisa lebih,” ujarnya.
Selain menghabisi nyawa korban, komplotan tersebut juga membawa kabur sejumlah barang berharga seperti perhiasan, uang tunai, dan telepon genggam.
Peristiwa ini bermula saat korban ditinggal sendirian di rumah. Pagi harinya, suami korban sempat mengajak korban keluar untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban menolak.
Sekitar pukul 11.00 WIB, sang suami kembali ke rumah dan mendapati pintu dalam keadaan terbuka serta kondisi rumah berantakan. Curiga telah terjadi sesuatu, ia langsung mencari keberadaan istrinya.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dapur dengan posisi telungkup. Di sekitar lokasi juga ditemukan bercak darah, dengan luka terlihat di bagian wajah korban.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim dari Polresta Pekanbaru bersama Polsek Rumbai langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian.
Baca Juga: Ngeri! Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Jepara, Pelaku Diamuk Massa hingga Nyaris Babak Belur
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku dan mendalami rekaman CCTV serta barang bukti lain yang telah diamankan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan yang semakin rapi dan terorganisir.
M8/KMP

















