Karawang, Metro8.News – Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (30/4) sore. Seorang pria berinisial C (32), buruh harian lepas, meninggal dunia setelah diduga lehernya terjerat benang layangan saat berkendara.
Korban diketahui merupakan warga Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Insiden ini sontak menggegerkan warga sekitar, terlebih saat korban sempat berteriak meminta pertolongan sesaat sebelum terjatuh.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa korban sempat memberi tahu warga bahwa lehernya terkena benang layangan. Saat warga mendekat, kondisi korban sudah cukup parah.
“Sejumlah saksi melihat darah mengalir deras dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian. Tak lama kemudian korban terjatuh dari kendaraan yang ditumpanginya,” ungkap Wildan.
Baca Juga: Heboh! Pencuri Gas Elpiji di Mayong Jepara Dibekuk Kilat, Ini Kronologinya
Warga bersama petugas dari Polsek Ciampel langsung membawa korban ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi setibanya di sana dinyatakan telah meninggal dunia,” jelasnya.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada benang layangan sebagai pemicu utama insiden tragis ini. Meski demikian, polisi masih membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Geger di Jepara! ASN Diduga Selingkuh hingga Hamil, Suami Bongkar Fakta Mengejutkan
“Untuk sementara diduga terjerat benang layangan, namun kami tetap mendalami untuk memastikan tidak ada unsur lain,” tegas Wildan.
Di sisi lain, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memilih menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi. Namun penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan kejadian ini murni kecelakaan,” tambahnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di wilayah terbuka yang sering digunakan untuk bermain layangan.
Baca Juga: Prabowo Tanya Manfaat MBG di Monas, Buruh Kompak Jawab ‘Tidak’! Jadi Sorotan May Day 2026”
“Benang layangan, apalagi yang menggunakan bahan berbahaya, sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius akan bahaya benang layangan yang kerap memakan korban, khususnya di musim maraknya aktivitas bermain layang-layang.
M8/KMP

















