Bojonegoro, Metro8.News – Peristiwa mencekam terjadi di lingkungan MTsN 1 Bojonegoro, Jawa Timur, pada Jumat, 1 Mei 2026 pagi, ketika sebuah mobil Toyota Avanza tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak barisan siswa yang tengah mengikuti kegiatan Pramuka. Insiden ini sontak mengubah suasana sekolah yang awalnya tenang menjadi penuh kepanikan dan jerit histeris.
Berdasarkan penelusuran dari sejumlah sumber kredibel, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB di halaman sekolah saat puluhan siswa sedang mengikuti latihan tali-temali Pramuka. Dalam kondisi fokus dan sebagian berada dalam posisi jongkok, para siswa tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri ketika mobil mendadak meluncur ke arah mereka.
Salah satu saksi mata sekaligus pembina Pramuka, Ahmad Nadif, menggambarkan detik-detik kejadian sebagai momen yang sangat mengerikan. Ia melihat kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan arah tidak beraturan sebelum akhirnya menghantam area tempat siswa berkumpul.
Baca Juga: Ngeri! Scoopy Belok Kanan Diseruduk Beat di Jepara, 2 Remaja Jadi Korban
Mobil Avanza berwarna hitam itu diketahui awalnya dalam kondisi terparkir di area sekolah. Namun secara tiba-tiba, kendaraan melaju sendiri dengan kecepatan tinggi menuju lapangan. Seorang guru menyebut, peristiwa berlangsung sangat cepat sehingga siswa tidak sempat menghindar.
Dari keterangan yang dihimpun, jumlah korban mencapai tujuh siswa. Lima di antaranya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis, sementara korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Sumber lain menyebutkan, sebelumnya terdapat sekitar 80 siswa yang tengah mengikuti latihan Pramuka di lokasi kejadian. Situasi yang awalnya tertib mendadak berubah kacau ketika mobil tersebut oleng ke kanan dan kiri sebelum akhirnya menabrak tiang bendera dan berhenti.
Baca Juga: Tak Disangka! ART Ini Ternyata Pelaku Pencurian Rp700 Juta, Uang Dipakai Gaya Hidup Mewah
Benturan keras dengan tiang bendera justru diduga menjadi faktor yang menyelamatkan lebih banyak korban. Jika tidak terhenti di titik tersebut, kendaraan berpotensi menabrak lebih banyak siswa yang berada di area lapangan.
Pengemudi mobil diketahui merupakan seorang pekerja proyek konstruksi di lingkungan sekolah. Dalam keterangannya, ia mengaku kendaraan yang dikemudikannya mengalami gangguan teknis. Ia menyebut mobil sempat “melompat” saat pedal gas diinjak, sehingga sulit dikendalikan.
Baca Juga: Tragis! Leher Terjerat Benang Layangan, Buruh di Karawang Tewas Seketika
Namun demikian, dugaan penyebab kecelakaan masih terus didalami. Selain faktor teknis, muncul pula kemungkinan lain seperti kelalaian manusia atau kondisi pengemudi saat mengoperasikan kendaraan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat kejadian ini, beberapa korban dilaporkan mengalami luka serius, termasuk dugaan retak tulang dan cedera pada bagian pinggul yang memerlukan tindakan medis intensif. Bahkan, dua korban sempat menjalani operasi akibat luka yang cukup parah.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa. Kegiatan Pramuka yang identik dengan pembentukan karakter dan kedisiplinan justru berubah menjadi tragedi yang meninggalkan trauma mendalam.
Pihak sekolah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah, terutama terhadap aktivitas kendaraan proyek yang berada di area pendidikan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut guna menentukan apakah ada unsur kelalaian atau murni akibat kerusakan teknis kendaraan.
Insiden tragis pada 1 Mei 2026 ini menjadi pengingat keras bahwa aspek keselamatan di lingkungan sekolah tidak boleh diabaikan, terutama ketika terdapat aktivitas proyek dan kendaraan di dalam area pendidikan. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
M8/KMP

















