Jepara, Metro8.news – Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan peristiwa dugaan pelecehan seksual di jalan raya Batu Kali–Kedungmalang pada Sabtu (25/4/2026) malam. Seorang pria diamankan warga setelah diduga melakukan aksi “begal payudara” terhadap seorang perempuan yang tengah melintas bersama temannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis Metro8.news, kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban bersama seorang saksi sedang mengendarai sepeda motor menuju Lapangan Kenari, Kecamatan Kalinyamatan, untuk membeli makanan. Setelah selesai, keduanya memutuskan pulang dengan melewati jalur Batu Kali menuju Kedungmalang.
Dalam perjalanan pulang itulah, situasi berubah mencekam. Korban yang saat itu mengenakan tas selempang di bagian depan tubuhnya tiba-tiba dipepet oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda CB 150 warna putih.
Pelaku diduga melakukan tindakan tidak senonoh dengan menyentuh bagian sensitif tubuh korban, yakni dada dan paha. Aksi tersebut terjadi secara cepat saat kedua kendaraan berjalan beriringan. Korban yang terkejut dan merasa dilecehkan tidak tinggal diam.
Menurut keterangan yang diperoleh, pelaku sempat mendahului korban setelah melakukan aksinya, bahkan mengacungkan jari tengah sebagai bentuk provokasi. Tindakan itu justru memicu kemarahan korban yang kemudian berinisiatif mengejar pelaku.
Baca Juga: Ngeri! Ditolak “Tambah Ronde”, Pria 61 Tahun Nekat Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Hotel
Pengejaran berlangsung hingga memasuki wilayah Desa Kedungmalang. Saat itu, korban berteriak meminta pertolongan dengan menyebut pelaku sebagai maling. Teriakan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar yang kemudian ikut menghadang laju pelaku.
Pelaku akhirnya berhenti di depan rumah milik seorang perangkat desa setempat. Warga yang sudah tersulut emosi langsung mengerubungi pelaku. Tanpa menunggu lama, pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan ke dalam rumah warga untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali.
Situasi di lokasi sempat memanas karena jumlah warga yang terus berdatangan. Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek setempat segera tiba di lokasi untuk meredam amarah warga.
Setelah dilakukan pengamanan awal, pihak kepolisian kemudian meminta bantuan dari Polres Jepara mengingat jumlah massa yang cukup banyak dan situasi yang berpotensi ricuh. Tak lama berselang, petugas dari Polres datang dan langsung mengevakuasi pelaku dari lokasi kejadian.
Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Jepara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah saksi guna mendalami kronologi serta memastikan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Sementara itu, jurnalis Metro8.news telah melakukan konfirmasi kepada Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna. Ia membenarkan adanya kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi singkat berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian.
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pelecehan seksual di wilayah Kedungmalang. Pelaku sudah diamankan oleh warga dan selanjutnya dibawa oleh petugas ke Polres Jepara untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Dwi Prayitna.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri meskipun emosi terpancing oleh kejadian seperti ini. Menurutnya, setiap pelaku tindak pidana harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar keadilan dapat ditegakkan secara profesional.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Petugas tengah mendalami motif pelaku serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk selalu waspada saat berkendara di malam hari. Di sisi lain, aparat juga diharapkan meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
M8/UCP

















