Pekanbaru, Metro8.News – Kasus pembunuhan tragis yang mengguncang warga Pekanbaru akhirnya terkuak. Fakta mengejutkan terungkap: dalang di balik aksi keji tersebut ternyata adalah menantu korban sendiri.
Perempuan berinisial AFT diduga menjadi otak pembunuhan terhadap ibu mertuanya, Dumaris (60), seorang lansia yang tewas secara mengenaskan di rumahnya. Polisi mengungkap, aksi ini bukan sekadar spontan, melainkan sudah direncanakan dengan matang.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menegaskan bahwa pembunuhan ini merupakan kejahatan berencana. AFT disebut sebagai pihak yang mengatur seluruh skenario, mulai dari perekrutan pelaku hingga eksekusi di lapangan.
“Ini pembunuhan berencana. Otak pelaku adalah menantu korban,” ungkapnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: 8 Menit Mencekam! CCTV Ungkap Detik-detik Nenek 60 Tahun Dibunuh Komplotan di Pekanbaru
Tak sendiri, AFT melibatkan tiga pelaku lain, yakni SL, EW, dan L. Mereka memiliki peran masing-masing dalam aksi yang berujung hilangnya nyawa seorang ibu tersebut.
Yang lebih mengejutkan, niat awal para pelaku sebenarnya hanya ingin mencuri. Namun, dalam perjalanan dari Medan menuju Pekanbaru, rencana itu berubah drastis menjadi pembunuhan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa perubahan niat tersebut diduga dipicu keinginan pelaku untuk menguasai seluruh harta korban tanpa meninggalkan saksi.
“Awalnya ingin mencuri, tapi berkembang menjadi rencana pembunuhan,” jelasnya.
Baca Juga: Imam Masjid Dikeroyok Brutal Usai Tegur Bocah Main Mikrofon, Fakta di Baliknya Bikin Geram!
Lebih jauh, terungkap bahwa AFT bahkan sempat merencanakan untuk menghabisi seluruh penghuni rumah. Korban diketahui tinggal bersama suami dan dua anaknya, termasuk suami AFT sendiri yang berkebutuhan khusus.
Rencana keji itu nyaris menjadi tragedi yang lebih besar. Namun saat kejadian, hanya korban dan anaknya yang berada di rumah. Suami korban sedang keluar, sementara anak perempuannya tengah bekerja.
Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Baca Juga: Innalillahi.. Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Hotel, CCTV Jadi Sorotan Polisi
Dalam eksekusi, korban diduga dibunuh menggunakan benda tumpul berupa kayu balok. Hingga kini, barang bukti tersebut masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Setelah memastikan korban tak bernyawa, para pelaku kemudian menggasak sejumlah barang berharga. Polisi menyita berbagai barang bukti seperti perhiasan emas, uang dolar Singapura, ponsel, jam tangan, hingga laptop milik korban.
Aksi keji ini akhirnya terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan intensif. Para pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda, bahkan dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan saat penangkapan.
Kasus ini sontak menjadi sorotan publik. Banyak yang tak menyangka, hubungan keluarga yang seharusnya dilandasi kasih sayang justru berubah menjadi tragedi berdarah.
Baca Juga: Warga Mengamuk! Rumah Kiai Diduga Cabul di Pati Digeruduk, Fakta Mengejutkan Terungkap
Motif di balik aksi ini pun mulai terkuak. Selain faktor ekonomi, AFT diduga menyimpan sakit hati terhadap korban, yang disebut sering mencaci dirinya.
Namun, apapun alasannya, tindakan tersebut tetap tak bisa dibenarkan.
Kini, keempat pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Mereka terancam hukuman berat atas tindak pidana pembunuhan berencana dan perampokan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam keluarga, jika tak diselesaikan dengan baik, bisa berujung fatal. Di balik dinding rumah yang tampak tenang, bisa saja tersimpan dendam yang mematikan.
Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan fakta lain yang belum terungkap.
M8/KMP

















