Pekanbaru, Metro8.News – Sebuah insiden tak biasa sekaligus mengundang keprihatinan terjadi di Kota Pekanbaru. Seorang pria berusia 27 tahun harus menanggung akibat dari tindakan yang ia akui hanya “iseng”, setelah cincin yang dipasangnya justru tersangkut di organ vitalnya dan tak bisa dilepaskan.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam (28/4/2026), ketika korban dalam kondisi panik mendatangi rumah sakit untuk meminta pertolongan. Namun situasi ternyata tidak sederhana. Tim medis menyadari risiko besar jika penanganan dilakukan tanpa alat dan teknik khusus.
Tak ingin mengambil langkah berbahaya, pihak rumah sakit kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat untuk membantu proses evakuasi.
Baca Juga: Ribuan Loker Dibuka di Jepara! Job Fair 2026 Gratis, 21 Perusahaan Siap Rekrut Langsung
Kepala Dinas Damkar Pekanbaru, Zarman Candra, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat terkejut saat menerima laporan tersebut, apalagi setelah melihat kondisi korban melalui dokumentasi awal.
“Laporannya kami terima pada Selasa malam. Karena posisinya di area sensitif, penanganannya harus ekstra hati-hati,” jelasnya.
Kolaborasi Menegangkan: Medis dan Damkar Bergerak Cepat
Proses evakuasi dilakukan melalui kolaborasi antara tim medis dan petugas rescue Damkar pada malam yang sama. Dengan menggunakan alat pemotong khusus, cincin berbahan logam tersebut akhirnya berhasil dilepas setelah melalui proses yang penuh ketelitian.
Setiap langkah dilakukan dengan presisi tinggi untuk menghindari cedera serius pada korban.
“Penanganan dilakukan secara bertahap. Alhamdulillah cincin berhasil dipotong dan korban dalam kondisi selamat,” tambah Zarman.
Baca Juga: Innalillahi… Tabrakan Maut Dini Hari di Jalur Jepara–Kudus, Nyawa Pemotor Tak Terselamatkan
Pengakuan Korban: Bermula dari Iseng
Dari keterangan yang dihimpun pada Selasa (28/4/2026), korban mengaku tidak memiliki alasan khusus selain sekadar iseng saat memasang cincin tersebut. Namun, situasi berubah drastis ketika cincin tidak bisa dilepas dan mulai menimbulkan rasa nyeri.
Kasus ini menjadi yang pertama kali ditangani oleh tim rescue Damkar Pekanbaru, sehingga penanganannya dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
Baca Juga: Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan! Pria di Jepara Tewas Bukan Dibunuh, Ini Penyebab Sebenarnya
Jadi Pengingat Keras
Peristiwa yang terjadi pada 28 April 2026 ini menjadi pengingat bahwa tindakan yang dianggap sepele bisa berujung pada kondisi darurat yang membahayakan.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal berisiko pada tubuh, terutama di area sensitif tanpa pengetahuan yang memadai.
Karena pada akhirnya, “iseng” yang salah bisa berubah menjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan serius.
M8/KMP

















