Jawa Tengah, Metro8.News – Alarm bahaya kembali menyala dari puncak Gunung Slamet. Aktivitas vulkanik menunjukkan tren meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, ditandai lonjakan suhu kawah yang kini menembus lebih dari 460 derajat Celcius.
Data resmi dari PVMBG per 3 April 2026 mencatat suhu kawah mencapai sekitar 463 derajat Celcius, melonjak drastis dibandingkan September 2024 yang masih di kisaran 247,4 derajat Celcius. Lonjakan ini diperkuat oleh analisis citra termal yang menunjukkan anomali panas meluas membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.
Tak hanya itu, hingga akhir April 2026, aktivitas kegempaan masih terpantau aktif. Puluhan gempa hembusan tercatat dengan durasi bervariasi, menjadi indikasi adanya pergerakan fluida atau magma di dalam tubuh gunung. Kondisi ini menegaskan bahwa dinamika internal Gunung Slamet masih berlangsung.
Baca Juga: Iseng Berujung Petaka! Cincin Nyangkut di Kemaluan Pria, Damkar Turun Tangan Selamatkan di Pekanbaru
Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi sejak 4 April 2026 resmi memperluas radius bahaya dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah puncak. Kebijakan ini wajib dipatuhi oleh masyarakat maupun pendaki demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Status Gunung Slamet sendiri masih berada di Level II atau Waspada sejak 19 Oktober 2023. Meski belum naik level, tren peningkatan aktivitas membuat kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
Dwi Irawan menegaskan pentingnya masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan agar seluruh warga tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
“Per 28 April 2026, kondisi masih Waspada. Kami berharap situasi segera membaik, namun kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujarnya.
Warga di sekitar lereng gunung juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, mulai dari memahami jalur evakuasi hingga menyiapkan kebutuhan darurat jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas.
Baca Juga: Innalillahi… Tabrakan Maut Dini Hari di Jalur Jepara–Kudus, Nyawa Pemotor Tak Terselamatkan
Situasi Masih Dinamis, Jangan Lengah
Meski belum ada tanda erupsi besar, peningkatan suhu dan aktivitas internal menjadi sinyal kuat bahwa kondisi bisa berubah kapan saja. Pemantauan intensif terus dilakukan.
Satu pesan utama: patuhi radius 3 kilometer dan jangan abaikan peringatan resmi.
M8/KMP

















