Metro8.News, Batang – Suasana tenang di kawasan Perumahan Puri Cipta Permata, Kelurahan Cepokokuning, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam. Warga digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Minggu (26/4/2026) malam.
Korban diketahui bernama Basuki Prasetya (43), warga Bangunsari Timur, Proyonanggan Tengah, Batang. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua hari tidak terlihat beraktivitas, memicu kecurigaan warga sekitar.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah sejumlah warga mulai merasa ada kejanggalan dari kondisi rumah korban. Selain tidak terlihat keluar rumah sejak Jumat (24/4/2026), sepeda motor miliknya masih terparkir di depan rumah dalam keadaan utuh.
Baca Juga: Ngeri! Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Jepara, Pelaku Diamuk Massa hingga Nyaris Babak Belur
Tak hanya itu, rumah korban tampak gelap tanpa penerangan di malam hari, sementara jendela dalam kondisi terbuka. Situasi tersebut membuat warga semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.
Salah satu warga setempat, Rudi Herlambang (41), mengungkapkan bahwa kecurigaan mulai muncul karena aktivitas korban yang biasanya terlihat justru mendadak hilang.
“Sudah dua hari tidak kelihatan. Motor masih ada, tapi rumah gelap dan jendelanya terbuka,” ujarnya.
Karena rasa penasaran dan khawatir, warga kemudian berinisiatif memeriksa kondisi rumah pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 WIB. Saat dilakukan pengecekan dari luar, warga mendapati pintu rumah tidak dalam keadaan terkunci.
Baca Juga: Bikin Heboh! Rumah Mirip Bus AKAP di Wonogiri Ini Telan Rp125 Juta, Kini Diserbu Pengunjungbus
Warga kemudian mencoba mengintip dari jendela dan melihat korban sudah dalam posisi telentang di dalam rumah. Temuan tersebut langsung membuat warga panik.
“Waktu dilihat dari jendela, korban sudah tergeletak di dalam,” kata Rudi.
Tanpa menunggu lama, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. Informasi kemudian diteruskan kepada aparat keamanan, termasuk bhabinkamtibmas dan babinsa.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban.
Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa identitas korban telah diketahui dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Iya benar, korban sudah teridentifikasi atas nama Basuki Prasetya. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Namun, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok di lokasi kejadian. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur lain di balik peristiwa tersebut.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi proses penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar yang merasa terpukul atas kejadian tersebut. Banyak warga mengaku tidak menyangka korban meninggal dalam kondisi sendirian di rumah.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian antarwarga, terutama terhadap lingkungan sekitar. Respons cepat warga yang curiga dan segera melakukan pengecekan dinilai membantu mempercepat penanganan kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kondisi mencurigakan di lingkungan tempat tinggal, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian yang menggegerkan warga Batang ini.
M8/KMP

















