Jepara, Metro8.News – Siapa sangka, sebuah pesan WhatsApp yang dikirim larut malam bisa mengubah nasib seorang warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Kisah ini benar-benar terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 23.28 WIB, ketika seorang tokoh masyarakat, Taufiqurrahman Wirya, memberanikan diri menghubungi langsung Bupati Jepara demi membantu tetangganya yang tengah sakit.
Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan kondisi Endang Siswati (56), seorang ibu rumah tangga yang telah lama menderita sakit hingga tidak mampu berjalan maupun beraktivitas sehari-hari.
Kirim Pesan Tengah Malam, Dibalas Gerak Cepat
Tanpa banyak birokrasi, pesan itu langsung mendapat respons. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, segera menginstruksikan jajaran terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Tak butuh waktu lama, bantuan pun langsung diproses melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara.
Hasilnya, kursi roda atau alat bantu jalan akhirnya diserahkan kepada Ibu Endang di kediamannya di RT 28 RW 03 Desa Ngasem.
Baca Juga: Gebrakan Bupati Jepara! Pajak PB-1 Digenjot, Pelaku Usaha Tak Perlu Khawatir
Hidup dalam Keterbatasan, Kini Punya Harapan
Selama ini, Ibu Endang hanya bisa terbaring karena kondisi kesehatannya. Dengan latar belakang keluarga sederhana suami bekerja sebagai juru parkir akses terhadap alat bantu menjadi hal yang sulit dijangkau.
Melihat kondisi tersebut, Taufiqurrahman Wirya pun tergerak. Ia tidak hanya merasa iba, tetapi langsung bertindak dengan menghubungi Bupati.
“Beliau sudah lama sakit, tidak bisa berjalan. Saya hanya ingin beliau bisa lebih leluasa bergerak,” ungkapnya.
Baca Juga: Innalillahi… Tabrakan Maut Dini Hari di Jalur Jepara–Kudus, Nyawa Pemotor Tak Terselamatkan
Kini, dengan kursi roda yang diterima, Ibu Endang memiliki harapan baru untuk menjalani hari-harinya dengan lebih mandiri.
Bukti Nyata “Gercep” Pemerintah
Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana respons cepat pemerintah bisa langsung dirasakan masyarakat.
Dari sebuah pesan WhatsApp di malam hari, berubah menjadi aksi nyata dalam waktu singkat tanpa berlarut-larut.
Model pelayanan seperti ini dinilai menjadi gambaran ideal komunikasi antara rakyat dan pemimpin daerah.
Pesan Kuat di Balik Kisah Ini
Kejadian pada 27 April 2026 ini bukan sekadar tentang bantuan kursi roda.
Ini tentang:
Kepedulian tetangga
Keberanian menyampaikan aspirasi
Dan respons cepat pemimpin
Ketika ketiganya bertemu, solusi nyata bukan lagi sekadar harapan.
Harapan ke Depan
Kisah Ibu Endang di Desa Ngasem menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian.
Diharapkan, kejadian ini bisa menjadi inspirasi: bahwa satu pesan, satu kepedulian, bisa mengubah kehidupan seseorang.
M8/UCP

















