Jepara, Metro8.News – Memasuki satu tahun perjalanan pelayanan pemenuhan gizi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawu 01, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, merayakan hari jadinya dengan menggelar aksi sosial untuk masyarakat, Sabtu (31/10/2026).
Tak sekadar menggelar syukuran, peringatan HUT pertama tersebut diisi dengan santunan kepada 35 anak yatim dan pembagian 100 paket sembako bagi warga. Kegiatan juga diwarnai doa bersama, pemotongan tumpeng, serta kebersamaan antara pengelola, relawan, dan masyarakat.
Acara yang berlangsung di lingkungan SPPG Bawu 01 itu dihadiri Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Bawu, Ulum, Petinggi Desa Bawu Kuwat Setiawan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Batealit, mitra SPPG Sahil Rais, PIC sekolah, PIC Posyandu, perwakilan masyarakat, serta para relawan.
Dalam sambutannya, Petinggi Desa Bawu Kuwat Setiawan menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu tahun SPPG Bawu 01. Ia berharap keberadaan dapur pelayanan pemenuhan gizi tersebut terus berkembang dan mampu mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kuwat juga menitipkan pesan agar pengelola memperhatikan variasi menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, menu yang disajikan perlu berganti secara berkala agar anak-anak tidak merasa bosan dengan makanan yang diterima setiap hari.
“Selamat atas hari lahir SPPG Bawu 01. Semoga ke depannya tetap baik, semakin maju, dan pelayanannya terus ditingkatkan. Harapannya menu-menu juga bisa berganti sehingga penerima manfaat tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja,” pesannya.
Mitra SPPG Ungkap Perjuangan Relawan hingga Dini Hari
Sementara itu, mitra SPPG Bawu 01, Sahil Rais, mengungkapkan bahwa menjalankan pelayanan pemenuhan gizi selama satu tahun bukan pekerjaan mudah.
Di balik makanan yang setiap hari sampai kepada anak-anak sekolah, terdapat perjuangan para relawan yang harus bekerja sejak dini hari, bahkan tidak jarang menghadapi kelelahan akibat padatnya aktivitas operasional.
Ia menceritakan bagaimana para pekerja terkadang masih harus beraktivitas hingga pukul 02.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan harus beristirahat di sela-sela pekerjaan karena tuntutan pelayanan yang harus diselesaikan sebelum pagi.
Namun, menurut Sahil, kondisi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan pelayanan kepada anak-anak penerima manfaat tetap berjalan.
“Tidak ada kata menyerah. Kita punya kewajiban untuk melayani adik-adik penerima manfaat. Karena pagi hari makanan harus sudah sampai dan pelayanan harus tetap berjalan,” ungkap Sahil.
Dalam kesempatan itu, Sahil juga menyampaikan terima kasih kepada para PIC sekolah dan PIC Posyandu yang selama ini ikut membantu kelancaran program SPPG Bawu 01.
Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dari keberlangsungan pelayanan, termasuk peran masyarakat sekitar yang selama satu tahun turut memberikan dukungan.
Akui Masih Ada Kekurangan, Infrastruktur dan Menu Jadi Evaluasi
Di balik perjalanan satu tahun tersebut, Sahil tidak menampik masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dibenahi.
Ia menyebut evaluasi internal akan terus dilakukan, terutama menyangkut infrastruktur dapur, kualitas pelayanan, serta variasi menu makanan bagi penerima manfaat.
Perbaikan tersebut dinilai penting agar SPPG Bawu 01 dapat terus meningkatkan kualitas operasional dan menjawab berbagai tuntutan pelayanan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Ke depan akan terus dilakukan perbaikan, baik dari sisi infrastruktur maupun menu dan variasi makanan. Semua menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” jelasnya.
Sahil juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar apabila selama satu tahun aktivitas operasional SPPG sempat menimbulkan ketidaknyamanan.
Mulai dari aktivitas pekerja hingga suara yang terkadang terdengar di lingkungan sekitar, menurutnya menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.
Ia berharap hubungan baik antara pengelola SPPG dan masyarakat tetap terjaga melalui sikap saling memahami dan menghormati lingkungan.
HUT Pertama Jadi Momentum Berbagi dan Berbenah
Peringatan satu tahun SPPG Bawu 01 menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pelayanan pemenuhan gizi.
Santunan kepada 35 anak yatim dan pembagian 100 paket sembako menjadi wujud kepedulian sosial yang turut mewarnai perjalanan satu tahun tersebut.
Melalui dukungan relawan, PIC sekolah, PIC Posyandu, pemerintah desa, serta masyarakat, SPPG Bawu 01 diharapkan mampu terus berkembang.
Memasuki tahun kedua, harapan terhadap peningkatan kualitas pelayanan semakin besar. Bukan hanya memastikan distribusi makanan berjalan, tetapi juga memperhatikan kualitas, variasi menu, infrastruktur, serta hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.
Sebab, keberhasilan pelayanan pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh makanan yang sampai kepada penerima manfaat, tetapi juga kualitas proses dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
M8/UCP
















