Jepara, Metro8.News – Kekhawatiran terhadap penyebaran demam berdarah dengue (DBD) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Jepara. Warga Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan mengaku resah menyusul meningkatnya warga yang dilaporkan mengalami sakit dengan gejala mengarah pada demam berdarah.
Muhammad, warga Kecamatan Kalinyamatan, menyampaikan keresahan tersebut kepada Metro8.news, Senin (2/11/2026). Ia menuturkan, kondisi DBD di wilayahnya menjadi perhatian karena semakin banyak warga yang dikabarkan terserang penyakit tersebut.
Menurutnya, situasi ini perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, agar penyebaran DBD tidak semakin meluas.
Hal senada juga diungkapkan Sari. Ia turut menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama apabila penyebaran penyakit tersebut terus meningkat dan mulai mengancam anak-anak maupun kelompok lanjut usia.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. DBD merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila terlambat dikenali dan mendapatkan penanganan medis.
Warga Minta Pemkab Jepara Segera Turun Tangan
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jepara tidak mengabaikan keluhan tersebut. Dinas Kesehatan diminta segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan perkembangan kasus DBD di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan.
Warga juga berharap pemerintah melakukan langkah pencegahan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan kasus, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), edukasi kesehatan hingga fogging di lokasi yang memenuhi indikasi epidemiologis.
Fogging diharapkan tidak sekadar menjadi tindakan sesaat, tetapi harus disertai pemberantasan jentik nyamuk yang menjadi sumber perkembangbiakan.
Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di tempat-tempat penampungan air yang tidak terawat, termasuk di sekitar lingkungan permukiman.
Anak-anak dan Lansia Jadi Perhatian
Masyarakat juga mengkhawatirkan dampak DBD terhadap anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus ketika mengalami gangguan kesehatan.
Gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, maupun tanda peringatan lainnya tidak boleh dianggap sebagai penyakit biasa.
Warga yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Penanganan medis sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk.
Jangan Hanya Mengandalkan Fogging, Warga Diminta Lakukan 3M Plus
Di tengah kekhawatiran meningkatnya DBD, masyarakat Kalinyamatan, Pecangaan, dan seluruh wilayah Jepara juga diingatkan untuk memperkuat gerakan 3M Plus.
Caranya dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
Selain itu, masyarakat dapat menggunakan obat antinyamuk, memasang kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Dinkes Jepara Ditunggu Responsnya
Keluhan Muhammad dan Sari menjadi gambaran keresahan masyarakat yang berharap persoalan DBD mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Mereka berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kondisi sebenarnya, termasuk perkembangan jumlah kasus di kedua kecamatan tersebut.
Masyarakat juga berharap langkah antisipasi tidak terlambat. Sebab, mencegah penyebaran DBD jauh lebih baik daripada menunggu semakin banyak warga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
M8/BNDI
















