Metro8.News – Cirebon,
Peristiwa menyayat hati terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang viral di media sosial pada Senin, 27 April 2026. Sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan detik-detik mengharukan ketika seorang anak menangis histeris di samping ayahnya yang ditemukan meninggal dunia saat sedang menunggu penumpang becak.
Kejadian ini diketahui berlangsung pada Jumat pagi, 24 April 2026, di depan SDN 1 Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Korban yang diketahui bernama Masadira merupakan seorang tukang becak yang sehari-hari mangkal di sekitar area sekolah tersebut untuk mencari nafkah.
Dalam video yang beredar luas, terlihat tubuh korban berada di kursi penumpang becaknya dalam kondisi tertutup kain. Di sampingnya, sang anak tak kuasa menahan tangis. Ia terus menangis histeris sambil mengusap air matanya menggunakan kaos hitam yang dikenakan. Suasana di lokasi pun dipenuhi rasa haru, dengan sejumlah warga berusaha menenangkan anak tersebut.
Menurut keterangan warga sekitar, awalnya tidak ada yang menaruh curiga terhadap kondisi korban. Masadira dikenal sebagai sosok yang rutin mangkal di lokasi tersebut, sehingga ketika terlihat diam dalam waktu cukup lama, warga mengira ia hanya sedang beristirahat seperti biasanya.
Baca Juga: Ngeri! Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Jepara, Pelaku Diamuk Massa hingga Nyaris Babak Belur
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika korban tidak merespons saat dipanggil. Salah seorang warga kemudian mencoba membangunkannya, tetapi tidak ada reaksi. Setelah diperiksa lebih lanjut, barulah diketahui bahwa Masadira sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas dari Polsek Weru bersama tim Inafis Polresta Cirebon dan tenaga medis dari Puskesmas Karangsari segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Kapolsek Weru, Kompol Sudarman, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia bukan akibat tindak kriminal.
Baca Juga: Terungkap! Mayat Misterius di Pesisir Jepara Ternyata Warga Ujungbatu, Ini Identitasnya
“Awalnya warga mengira korban hanya beristirahat, tetapi setelah lama tidak bergerak, ternyata sudah tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Sudarman saat dikonfirmasi pada Senin, 27 April 2026.
Lebih lanjut, pihak keluarga menyebut bahwa Masadira telah lama menderita penyakit, terutama di bagian punggung dan pinggang. Ia diduga mengidap saraf kejepit yang sering kambuh dan menyebabkan rasa sakit berkepanjangan.
Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban meninggal dunia secara mendadak saat sedang menunggu penumpang.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil siaga desa dan dibawa ke rumah duka sesuai permintaan keluarga.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi sang anak yang harus menyaksikan langsung kepergian ayahnya dalam kondisi yang begitu memilukan. Tangisan histerisnya dalam video yang beredar menjadi simbol kesedihan yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan.
Viralnya video tersebut juga memicu gelombang empati dari masyarakat luas. Hingga Senin pagi, 27 April 2026, video itu telah ditonton jutaan kali di media sosial dan dibanjiri ribuan komentar dari warganet yang menyampaikan belasungkawa.
Banyak yang merasa tersentuh dengan kisah ini, sekaligus mengingatkan tentang kerasnya kehidupan yang dijalani sebagian masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal seperti tukang becak.
Di tengah keterbatasan ekonomi, para pekerja seperti Masadira tetap berjuang setiap hari demi menghidupi keluarga. Namun, di balik perjuangan tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang kerap terabaikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi pekerja yang mengandalkan fisik dalam aktivitas sehari-hari.
Lebih dari itu, kisah ini juga menggugah sisi kemanusiaan, bahwa di balik setiap pekerjaan sederhana, terdapat tanggung jawab besar dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Kini, Masadira telah tiada. Namun kisahnya akan terus dikenang sebagai potret nyata perjuangan hidup yang penuh haru, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.
M8/KMP

















