Metro8.News – Wonogiri,
Kreativitas warga daerah kembali mencuri perhatian publik. Kali ini datang dari seorang tukang bangunan bernama Supardi (43), warga Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang sukses membuat heboh media sosial lewat rumah unik berbentuk bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Fenomena ini mulai ramai diperbincangkan sejak Kamis, 24 April 2026, setelah kisah dan tampilan rumah tersebut dipublikasikan oleh Kompas.com. Dalam laporan tersebut, Supardi mengungkapkan bahwa rumah yang ia bangun memang sengaja dirancang berbeda dari hunian pada umumnya.
Alih-alih membangun rumah konvensional, ia memilih desain menyerupai bus tingkat lengkap dengan detail khas seperti jendela di sisi kanan dan kiri. Dari kejauhan, bangunan tersebut benar-benar tampak seperti armada bus yang sedang terparkir.
“Saya ingin rumah ini beda dari yang lain. Kalau unik, harapannya bisa menarik orang datang,” ujar Supardi saat ditemui pada 24 April 2026.
Dibangun Sejak Februari 2026
Rumah unik ini mulai dikerjakan sejak Februari 2026, bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Dengan memanfaatkan keahliannya sebagai tukang bangunan, Supardi mengerjakan proyek tersebut bersama sekitar enam pekerja selama kurang lebih enam minggu.
Bangunan itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 90 meter persegi. Dimensinya pun dibuat menyerupai bus sungguhan, yakni panjang sekitar 13 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencapai 5 meter.
Bagian dalam rumah difungsikan layaknya hunian biasa. Area bawah digunakan sebagai ruang tamu dan ruang keluarga, sementara bagian atas dibuat menyerupai mezanin yang difungsikan sebagai ruang tambahan.
Meski belum sepenuhnya rampung, Supardi sudah menempati rumah tersebut sejak momen Lebaran 2026.
Baca Juga: Ratusan Siswa Guru SMAN 6 Bandar Lampung Tumbang Usai Santap MBG, Dapur Langsung Disetop!
Dana Rp125 Juta Sudah Habis
Dalam proses pembangunannya, Supardi mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp125 juta. Namun hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 50 hingga 60 persen.
Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan biaya. Untuk menyelesaikan tahap akhir atau finishing, ia memperkirakan masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp70 juta hingga Rp100 juta.
“Dana sudah habis, jadi sementara berhenti dulu. Kalau ada rezeki lagi, baru dilanjutkan,” katanya.
Meski demikian, Supardi menegaskan bahwa sejak awal ia tidak memiliki niat untuk meminta bantuan dari pihak mana pun. Ia membangun rumah tersebut murni karena keinginan pribadi untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda.
Baca Juga: Terbongkar Modus Baru! Sabu Disembunyikan di Kaki, Ibu Mertua Menantu Diciduk Polisi
Viral dan Ramai Dikunjungi
Keunikan desain rumah tersebut membuatnya cepat viral di berbagai platform media sosial. Banyak warga dari luar daerah yang penasaran dan datang langsung ke lokasi untuk melihat dari dekat.
Sejak ditempati saat Lebaran, rumah mirip bus itu tak pernah sepi dari pengunjung. Beberapa di antaranya bahkan rela datang hanya untuk berfoto dan mengabadikan momen di depan bangunan unik tersebut.
Kondisi ini secara tidak langsung mulai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kehadiran pengunjung membuka peluang baru, terutama dalam menggerakkan potensi wisata lokal di wilayah tersebut.
Dari Dicibir Jadi Inspirasi
Di balik viralnya rumah tersebut, Supardi mengaku sempat menghadapi cibiran dari sebagian orang di awal pembangunan. Ide membuat rumah berbentuk bus dianggap tidak lazim dan dinilai aneh.
Namun seiring waktu, pandangan tersebut mulai berubah. Ketika bentuk rumah mulai terlihat jelas dan viral di media sosial, banyak pihak justru memberikan apresiasi atas kreativitasnya.
Kini, rumah tersebut bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol keberanian untuk tampil beda. Kisah Supardi menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu yang bernilai.
Dengan semangat yang masih terjaga, Supardi berharap dapat segera melanjutkan pembangunan hingga selesai. Ia juga berharap rumah unik miliknya bisa menjadi ikon baru yang membanggakan bagi Wonogiri.
“Harapannya bisa jadi daya tarik. Kalau banyak yang datang, kan desa juga ikut dikenal,” ujarnya.
Ke depan, bukan tidak mungkin rumah berbentuk bus ini akan berkembang menjadi destinasi wisata sederhana yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kreativitas warga seperti Supardi menjadi bukti bahwa ide unik, jika diwujudkan dengan tekad kuat, bisa membawa dampak besar.
M8/KMP

















