Jepara, Metro8.News – Detik-detik mencekam terjadi di jalur padat Pantura Jepara. Hanya karena lengah sesaat akibat mengantuk, kecelakaan beruntun tak terhindarkan di depan SPBU Troso, Kecamatan Pecangaan, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Tiga kendaraan terlibat, satu orang menjadi korban, dan arus lalu lintas sempat lumpuh.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar. Suara benturan keras terdengar hingga ke permukiman, membuat sejumlah warga berhamburan keluar untuk melihat kejadian. Di lokasi, tampak dua truk bak kayu dan satu mobil Toyota Veloz mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian depan kendaraan.
Kanit Gakkum Polres Jepara, Iptu Ahmad Riyanto, saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.News membenarkan insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan ini diduga kuat dipicu faktor human error, yakni pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
Baca Juga: Heboh Penemuan Mayat Remaja di Rembang, Kepala Terikat Kaus dan Dikubur Diam-Diam
Kronologi Mengerikan di Siang Hari
Menurut penjelasan Iptu Ahmad Riyanto, kecelakaan bermula saat truk Elf bak kayu bernomor polisi H 8637 NE melaju dari arah Jepara menuju Kudus. Kendaraan yang dikemudikan Prasetyo (32), warga Kabupaten Batang, itu awalnya melaju dengan kecepatan sedang.
Namun saat mendekati lokasi kejadian, tepat di depan SPBU Troso, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Dalam kondisi tersebut, truk terus melaju tanpa kendali dan langsung menghantam bagian belakang truk Mitsubishi bak kayu bernomor polisi K 8296 AC.
Truk Mitsubishi yang dikemudikan Sugiyanto (54), warga Desa Troso, saat itu sedang berbelok ke kanan hendak masuk ke area SPBU. Benturan keras dari belakang membuat truk tersebut terdorong ke depan hingga masuk ke jalur berlawanan.
“Benturan cukup keras, sehingga kendaraan yang ditabrak terdorong dan masuk ke jalur dari arah berlawanan,” jelasnya.
Baca Juga: Bikin Resah! Orang Jepara Terlibat Rampas Mobil Ibu Muda di Pati, Korban Ketakutan
Di saat bersamaan, dari arah Kudus menuju Jepara melaju sebuah mobil Toyota Veloz yang dikemudikan Muh. Slamet (43), warga Kecamatan Kedung. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan lanjutan pun tak dapat dihindari.
Kerusakan Parah dan Korban
Benturan beruntun ini menyebabkan ketiga kendaraan mengalami kerusakan serius. Truk Elf ringsek di bagian depan, sementara truk Mitsubishi mengalami kerusakan di bagian depan dan belakang. Adapun mobil Toyota Veloz mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan akibat benturan langsung.
Satu orang dilaporkan menjadi korban dalam kejadian ini. Meski belum dirinci tingkat luka yang dialami, korban telah mendapatkan penanganan dari petugas dan warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan pertama.
Kerugian materiil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp20 juta. Nilai tersebut berasal dari kerusakan kendaraan serta dampak lain yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Geger Ponpes di Pati! Kiai Mesum Diduga Cabuli 50 Santriwati, Modus Jam Malam Terungkap
Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Kecelakaan ini sempat membuat arus lalu lintas di jalur utama Jepara–Kudus mengalami kepadatan. Proses evakuasi kendaraan yang memakan waktu membuat antrean kendaraan mengular dari dua arah.
Petugas kepolisian bersama warga langsung turun tangan mengatur lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan dari badan jalan. Situasi berangsur normal setelah kendaraan yang terlibat berhasil dipinggirkan.
Peringatan Keras dari Polisi
Iptu Ahmad Riyanto menegaskan bahwa faktor kelelahan dan mengantuk masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur Pantura yang dikenal padat dan rawan.
“Ini jadi pelajaran penting bagi semua pengemudi. Jangan memaksakan diri saat mengantuk. Lebih baik menepi dan beristirahat daripada membahayakan nyawa,” tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada para sopir kendaraan berat untuk lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh. Keselamatan, menurutnya, harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Alarm Bahaya di Jalur Pantura Jepara
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan di wilayah Jepara. Jalur Pantura yang menjadi urat nadi transportasi kerap diwarnai kecelakaan akibat kelalaian manusia.
Dengan tingginya mobilitas kendaraan, kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan. Satu detik kelengahan, seperti yang terjadi di Troso, bisa berujung pada kecelakaan fatal yang merugikan banyak pihak.
Hingga kini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut mempengaruhi kejadian tersebut.
M8/UCP

















