Metro8 News
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Metro8 News
No Result
View All Result
Home Daerah

Geger Ponpes di Pati! Kiai Mesum Diduga Cabuli 50 Santriwati, Modus Jam Malam Terungkap

Metro8.News by Metro8.News
Kamis, 30 April 2026
in Daerah
0
Ilustrasi santriwati di lingkungan pondok pesantren terkait dugaan kasus pencabulan di Pati.

Ilustrasi santriwati di lingkungan pondok pesantren terkait dugaan kasus pencabulan di Pati.

Pati, Metro8.News – Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati menggemparkan publik. Seorang oknum kiai berinisial S diduga mencabuli puluhan santriwati dalam kurun waktu 2024 hingga 2026. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polresta Pati setelah laporan resmi dari pihak korban masuk ke kepolisian.

 

Laporan Kuasa Hukum: Korban Diduga Capai Puluhan Orang

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sedikitnya 8 santriwati yang telah melapor secara resmi. Namun berdasarkan hasil pendampingan hukum dan keterangan saksi, jumlah korban diduga jauh lebih besar, mencapai 30 hingga 50 orang. Mayoritas korban merupakan siswi tingkat SMP yang tinggal di lingkungan pondok pesantren tersebut.

 

“Korban yang sudah melapor ada delapan orang, tetapi dari keterangan yang kami dapat, jumlahnya bisa mencapai 30 sampai 50 santriwati,” ujar Ali Yusron, Rabu (29 April 2026).

Baca Juga: Geger Pesisir Jepara! Mayat Pria Bergaya Punk Ditemukan Nelayan Subuh di Kaliwiso, Identitas Masih Misterius

Modus Dugaan: Relasi Kuasa dan Ancaman Keluar dari Pondok

Menurut keterangan kuasa hukum, para korban diduga mengalami tekanan psikologis dan ancaman dari pelaku. Modus yang digunakan adalah memanfaatkan posisi sebagai pengasuh pesantren untuk membangun relasi kuasa terhadap santriwati.

 

Para korban disebut diminta untuk patuh dan tidak menolak permintaan pelaku, dengan ancaman akan dikeluarkan dari pondok jika melawan. Situasi ini membuat para santriwati tidak berani menolak karena sangat bergantung pada fasilitas pendidikan gratis di pesantren tersebut.

Baca Juga: Kepergok di Kasur Ruang Tamu! Kasus Modin Bringin Jepara Memanas, Mediasi Gagal, Warga Desak Dicopot Permanen

 

Permintaan Tengah Malam Jadi Titik Awal Dugaan Kekerasan

Baca Juga  Abi Jamroh Resmi Ditahan! Polisi Sebut Kondisinya Sehat, Kasus Santriwati Ponpes Jepara Masuk Babak Baru

Salah satu modus yang diungkap adalah permintaan pelaku kepada korban untuk menemani dirinya pada malam hari, termasuk sekitar pukul 12 malam. Dalam kondisi tersebut, para santriwati disebut berada dalam tekanan dan ketakutan.

 

“Kronologi awalnya pelaku menghubungi santriwati pada malam hari dan meminta ditemani. Ketika korban menolak, mereka diancam akan dikeluarkan dari pondok,” jelas Ali.

 

Korban Didominasi Anak Yatim dan Keluarga Tidak Mampu

Diketahui, mayoritas santriwati yang menjadi korban berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan sebagian merupakan anak yatim piatu. Mereka tinggal di pondok pesantren dengan harapan mendapatkan pendidikan gratis dan kehidupan yang lebih layak.

 

Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya dengan memanfaatkan ketergantungan para santriwati terhadap lingkungan pesantren.

Baca Juga: Ngeri! Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Jepara, Pelaku Diamuk Massa hingga Nyaris Babak Belur

 

Diduga Terjadi Berulang Sejak 2024 hingga 2026

Ali Yusron menyebut bahwa dugaan tindakan asusila tersebut terjadi berulang sejak tahun 2024 hingga 2026. Bahkan dalam beberapa kejadian, korban disebut diminta menemani pelaku secara bergantian dalam satu waktu tertentu.

 

“Ini bukan kejadian sekali, tetapi berulang sejak 2024. Ada situasi di mana dua santriwati diminta sekaligus dalam satu waktu,” ungkapnya.

 

Lokasi Dugaan Kejadian di Area Pondok Pesantren

Lokasi kejadian diduga terjadi di beberapa titik dalam lingkungan pondok pesantren, termasuk ruangan di area bedeng serta kamar pribadi yang berada tidak jauh dari keluarga pengasuh.

 

Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan karena dugaan peristiwa terjadi di lingkungan internal lembaga pendidikan tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Ditolak “Tambah Ronde”, Pria 61 Tahun Nekat Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Hotel

Baca Juga  Terungkap! Modus Asyhari Cabuli Santriwati di Ponpes Pati, Awalnya Minta Dipijat hingga Disuruh Buka Baju

 

Dugaan Korban Hamil dan Dinikahkan

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pendamping korban, terdapat dugaan adanya korban yang mengalami kehamilan akibat perbuatan tersebut. Korban tersebut kemudian disebut dinikahkan dengan pihak lain di lingkungan pesantren.

 

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian Polresta Pati membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pati.

 

“Iya benar ada laporan dan saat ini masih dalam proses penanganan Sat Reskrim,” ujar pihak kepolisian, Rabu (29 April 2026).

 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penetapan tersangka. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung.

 

Kuasa Hukum Desak Penindakan Cepat

Kuasa hukum korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk mengamankan terduga pelaku. Hal ini dinilai penting untuk mencegah potensi korban baru serta menghindari kemungkinan penghilangan barang bukti.

 

“Kami berharap segera ada tindakan tegas agar tidak ada korban tambahan,” tegas Ali.

 

Sorotan Publik dan Tuntutan Transparansi

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan lembaga pendidikan berbasis agama yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri. Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat dalam mengusut tuntas dugaan kasus yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

 

M8/KMP

Tags: kiai cabulpencabulanponpes patisantriwati
ShareTweetPin
Previous Post

RESMI PINDAH! Sunaryo Bongkar Perjuangan Panjang, Pasar Bangsri Baru Resmi Beroperasi, Jadi Harapan Besar UMKM Jepara!

Next Post

Pameran TATAH Dibuka di Jakarta! Fadli Zon Ungkap Misi Besar Selamatkan Ukir Jepara hingga Tembus UNESCO

Related Posts

Pelantikan 241 CPNS Jepara menjadi PNS di Pendopo R.A. Kartini oleh Bupati Jepara
Daerah

Resmi Dilantik, 241 CPNS Jepara Naik Status Jadi PNS, Bupati: Jangan Lupakan Integritas

Rabu, 6 Mei 2026
jemaah haji Jepara diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali 2026
Berita Jepara

1.541 Jemaah Haji Jepara Berangkat! Didominasi Perempuan dan Ratusan Lansia, Ini Rinciannya

Senin, 4 Mei 2026
Apel kesiapan pengamanan May Day 2026 oleh Polres Jepara di Lapangan Bandengan
Berita Jepara

Siaga 1 May Day 2026! Ribuan Massa Padati Bandengan, Polres Jepara Kerahkan Pengamanan Gabungan

Jumat, 1 Mei 2026
Uji konsekuensi informasi publik di Diskominfo Jepara untuk klasifikasi akses informasi
Berita Jepara

Tak Semua Bisa Dibuka! Pemkab Jepara Tetapkan Klasifikasi Informasi Lewat Uji Konsekuensi

Jumat, 1 Mei 2026
pria tewas di Jepara hasil autopsi ungkap penyebab kematian di muara Kali Wiso
Berita

Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan! Pria di Jepara Tewas Bukan Dibunuh, Ini Penyebab Sebenarnya

Selasa, 28 April 2026
Bupati Jepara tanam mangga kioji dan kelengkeng di pinggir jalan Desa Jinggotan
Daerah

Sulap Pinggir Jalan Jadi “ATM Desa”, Bupati Jepara Tanam Kioji dan Kelengkeng, Panen Rp1 Juta per Pohon

Kamis, 30 April 2026
Next Post
Pembukaan pameran TATAH di Jakarta menampilkan ukir Jepara dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama tamu undangan

Pameran TATAH Dibuka di Jakarta! Fadli Zon Ungkap Misi Besar Selamatkan Ukir Jepara hingga Tembus UNESCO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

Bikin Geger Pati! Remaja 14 Tahun Diduga Dicabuli di Kamar Mandi Masjid, Pria Asal Blora Ditangkap Warga Saat Cari Mangsa Baru

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Ilustrasi kartun penanganan kasus dugaan pencabulan remaja di Pati oleh pihak kepolisian.

Pati, Metro8.News - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur menggemparkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang pria berusia...

Read more

Letter C Sengketa Tanah Kamseh di Muryolobo Jepara Dibuka, Ahmad Sugiyanto Soroti Dugaan Kejanggalan dan Siapkan Langkah Hukum

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Pembukaan Letter C sengketa tanah Muryolobo di Balai Desa Muryolobo, Jepara, dihadiri pemerintah desa, unsur kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait pada 28 Oktober 2026.

Jepara, Metro8.News - Pemerintah Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, akhirnya membuka dokumen Letter C yang berkaitan dengan sengketa tanah...

Read more

Sumpah Pemuda 2026, Junarso Ajak Generasi Muda Jepara Jaga Persatuan dan Berani Membawa Perubahan

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Drs. H. Junarso Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara dan Wakil Ketua DPRD Jepara dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026.

Jepara, Metro8.News - Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan mendorong...

Read more

Beda Pilihan Jangan Bermusuhan! Pesan Tegas Petinggi Mambak Jepara di Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Pemuda Perangi Narkoba dan Taat Hukum

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Petinggi Mambak Jepara Hadi Prayitno mengajak generasi muda memerangi narkoba, menaati hukum, dan menjaga persatuan pada Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Jepara, Metro8.News - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi pengingat penting bagi generasi muda dan...

Read more

Bejat! Gadis 14 Tahun di Pati Diduga Diperkosa Ayah dan Kakak Tiri Selama 2 Tahun, Rekaman Video Jadi Alat Ancaman

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Konferensi pers Polresta Pati terkait kasus dugaan kekerasan seksual terhadap gadis 14 tahun yang diduga dilakukan ayah tiri dan kakak tiri selama dua tahun.

Pati, Metro8.News - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengungkap kisah memilukan. Seorang gadis berusia...

Read more

Berawal dari Candaan, Berujung Petaka! Santri di Mayong Jepara Diduga Dikeroyok 10 Teman hingga Luka Serius

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Santri Mayong Jepara diduga menjadi korban pengeroyokan 10 teman hingga mengalami luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Jepara, Metro8.News - Seorang santri di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Kedung Ombo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga menjadi...

Read more

Sudah Sebulan! Gapura Pemdes dan Pagar Sekolah di Sidi Gede Jepara Rusak Ditabrak Colt TSS, Tanggung Jawab Pemilik Mobil Disorot

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Mobil Colt TSS menabrak gapura Pemdes dan merusak pagar sekolah di Desa Sidi Gede, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Jepara, Metro8.News - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Colt TSS di Desa Sidi Gede, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, menjadi...

Read more

Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan

Jepara, Metro8.News - Aktivitas penambangan tanah uruk di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menjadi sorotan setelah tim terpadu...

Read more

Pengisian 2 Formasi Perangkat Desa Bandungrejo Jepara, Pemdes Tegaskan Proses Transparan dan Terbuka

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Pengisian dua formasi perangkat Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, berlangsung transparan dan terbuka.

Jepara, Metro8.News - Pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, membuka pengisian dua formasi jabatan perangkat desa. Proses yang berlangsung...

Read more

Miris! Motor Keluarga Diduga Digadaikan Tanpa Izin demi Judi Online, Usaha Penggadaian di Welahan Disorot, Aparat Diminta Bertindak

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Ilustrasi dampak judi online di Welahan Jepara, motor keluarga diduga digadaikan tanpa izin dan usaha penggadaian menjadi sorotan warga.

Jepara, Metro8.News - Kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya perjudian online kembali mencuat. Kali ini, warga di wilayah Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara,...

Read more
Prev Next
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.