Jepara, Metro8.News – Harapan besar kini benar-benar menjadi nyata. Setelah penantian panjang sejak 2018, ratusan pedagang akhirnya resmi menempati Pasar Rakyat Modern Bangsri pada Rabu pagi (29/4/2026). Momen ini bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan tonggak kebangkitan ekonomi rakyat yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Desa Bangsri, Sunaryo, menegaskan bahwa proses panjang ini penuh dinamika. Awalnya, pasar ditargetkan rampung pada 2022. Namun berbagai kendala, termasuk pandemi COVID-19, membuat realisasi mundur hingga akhirnya bisa diwujudkan tahun ini.
“Ini benar-benar yang kami tunggu. Perjuangan panjang sejak 2018 akhirnya terwujud di 2026,” ujarnya kepada jurnalis Metro8.News.
Selama tiga bulan terakhir, persiapan dilakukan secara matang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Salah satu tahapan krusial yakni pembagian kios bagi pedagang lama. Proses ini berjalan lancar tanpa konflik, bahkan seluruh pedagang menerima hasilnya dengan baik.
“Alhamdulillah pembagian kios berjalan kondusif dan bisa diterima semua pedagang. Ini awal yang sangat positif,” tambahnya.
Tak hanya itu, kebijakan Pemerintah Kabupaten Jepara yang memberikan kios secara gratis atau hibah murni menjadi angin segar bagi para pelaku usaha. Di tengah tekanan ekonomi yang sempat dirasakan, langkah ini dinilai sangat membantu pedagang untuk bangkit kembali.
Di balik perpindahan ini, tersimpan optimisme besar. Para pedagang meyakini, dengan konsep pasar rakyat modern yang lebih tertata, bersih, dan representatif, roda ekonomi akan kembali berputar. Aktivitas jual beli diharapkan meningkat, minat pembeli kembali tumbuh, dan UMKM di Kabupaten Jepara semakin berkembang serta berdaya saing.
Baca Juga: Haru! Jualan Bubur Rp2 Ribu Keliling Desa, Lansia Jepara Ini Akhirnya Berangkat Haji 2026
Optimisme tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pasar ini diharapkan tidak hanya ramai, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam penegasannya, Sunaryo menyampaikan harapan besar atas hadirnya pasar baru ini.
“Harapan kita dengan pindah ke pasar baru ini, pasar benar-benar bisa hidup kembali, mengangkat ekonomi pedagang, dan mensukseskan program Bupati dalam meningkatkan UMKM di Kabupaten Jepara,” tegasnya.
Baca Juga: Haru di Jepara! Ibu Endang Akhirnya Bisa Bergerak Setelah Pesan Ini Sampai ke Bupati
Rasa syukur juga disampaikan para pedagang atas dukungan pemerintah daerah. Hibah kios yang diberikan dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada pelaku usaha kecil.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah memberikan kios secara gratis. Ini menjadi berkah bagi kami semua dan akan kami manfaatkan sebaik mungkin,” lanjutnya.
Perpindahan pasar ini berlangsung meriah dan sarat budaya. Arak-arakan panjang diwarnai kesenian barongan, tradisi Jawa dengan busana adat, hingga penampilan barongsai yang memikat perhatian warga. Para pedagang turut serta dalam kirab, membawa simbol-simbol tradisional sebagai tanda memulai kehidupan baru.
Kemeriahan semakin terasa dengan adanya undian doorprize yang menghadirkan berbagai hadiah menarik, mulai dari kios hingga sepeda listrik. Antusiasme pedagang dan masyarakat tampak begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Dengan fasilitas yang kini lebih layak, para pedagang berkomitmen memanfaatkan kios secara maksimal. Mereka berharap momentum ini menjadi titik balik untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.
Lebih dari sekadar bangunan, Pasar Rakyat Modern Bangsri kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Dengan semangat baru, pasar ini diharapkan mampu hidup kembali, berkembang pesat, dan membawa manfaat luas bagi pedagang serta masyarakat Jepara.
“Semoga pasar ini benar-benar membawa manfaat, ramai kembali, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangsri,” tutup Sunaryo.
M8/UCP

















