Metro8 News
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Sabtu, Mei 2, 2026
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Metro8 News
No Result
View All Result
Home Daerah

Geger Ponpes di Pati! Kiai Mesum Diduga Cabuli 50 Santriwati, Modus Jam Malam Terungkap

Redaksi by Redaksi
Kamis, 30 April 2026
in Daerah
0
Ilustrasi santriwati di lingkungan pondok pesantren terkait dugaan kasus pencabulan di Pati.

Ilustrasi santriwati di lingkungan pondok pesantren terkait dugaan kasus pencabulan di Pati.

Pati, Metro8.News – Dugaan kasus pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati menggemparkan publik. Seorang oknum kiai berinisial S diduga mencabuli puluhan santriwati dalam kurun waktu 2024 hingga 2026. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polresta Pati setelah laporan resmi dari pihak korban masuk ke kepolisian.

 

Laporan Kuasa Hukum: Korban Diduga Capai Puluhan Orang

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sedikitnya 8 santriwati yang telah melapor secara resmi. Namun berdasarkan hasil pendampingan hukum dan keterangan saksi, jumlah korban diduga jauh lebih besar, mencapai 30 hingga 50 orang. Mayoritas korban merupakan siswi tingkat SMP yang tinggal di lingkungan pondok pesantren tersebut.

 

“Korban yang sudah melapor ada delapan orang, tetapi dari keterangan yang kami dapat, jumlahnya bisa mencapai 30 sampai 50 santriwati,” ujar Ali Yusron, Rabu (29 April 2026).

Baca Juga: Geger Pesisir Jepara! Mayat Pria Bergaya Punk Ditemukan Nelayan Subuh di Kaliwiso, Identitas Masih Misterius

Modus Dugaan: Relasi Kuasa dan Ancaman Keluar dari Pondok

Menurut keterangan kuasa hukum, para korban diduga mengalami tekanan psikologis dan ancaman dari pelaku. Modus yang digunakan adalah memanfaatkan posisi sebagai pengasuh pesantren untuk membangun relasi kuasa terhadap santriwati.

 

Para korban disebut diminta untuk patuh dan tidak menolak permintaan pelaku, dengan ancaman akan dikeluarkan dari pondok jika melawan. Situasi ini membuat para santriwati tidak berani menolak karena sangat bergantung pada fasilitas pendidikan gratis di pesantren tersebut.

Baca Juga: Kepergok di Kasur Ruang Tamu! Kasus Modin Bringin Jepara Memanas, Mediasi Gagal, Warga Desak Dicopot Permanen

 

Permintaan Tengah Malam Jadi Titik Awal Dugaan Kekerasan

Salah satu modus yang diungkap adalah permintaan pelaku kepada korban untuk menemani dirinya pada malam hari, termasuk sekitar pukul 12 malam. Dalam kondisi tersebut, para santriwati disebut berada dalam tekanan dan ketakutan.

 

“Kronologi awalnya pelaku menghubungi santriwati pada malam hari dan meminta ditemani. Ketika korban menolak, mereka diancam akan dikeluarkan dari pondok,” jelas Ali.

 

Korban Didominasi Anak Yatim dan Keluarga Tidak Mampu

Diketahui, mayoritas santriwati yang menjadi korban berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan sebagian merupakan anak yatim piatu. Mereka tinggal di pondok pesantren dengan harapan mendapatkan pendidikan gratis dan kehidupan yang lebih layak.

 

Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya dengan memanfaatkan ketergantungan para santriwati terhadap lingkungan pesantren.

Baca Juga: Ngeri! Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Jepara, Pelaku Diamuk Massa hingga Nyaris Babak Belur

 

Diduga Terjadi Berulang Sejak 2024 hingga 2026

Ali Yusron menyebut bahwa dugaan tindakan asusila tersebut terjadi berulang sejak tahun 2024 hingga 2026. Bahkan dalam beberapa kejadian, korban disebut diminta menemani pelaku secara bergantian dalam satu waktu tertentu.

 

“Ini bukan kejadian sekali, tetapi berulang sejak 2024. Ada situasi di mana dua santriwati diminta sekaligus dalam satu waktu,” ungkapnya.

 

Lokasi Dugaan Kejadian di Area Pondok Pesantren

Lokasi kejadian diduga terjadi di beberapa titik dalam lingkungan pondok pesantren, termasuk ruangan di area bedeng serta kamar pribadi yang berada tidak jauh dari keluarga pengasuh.

 

Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan karena dugaan peristiwa terjadi di lingkungan internal lembaga pendidikan tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Ditolak “Tambah Ronde”, Pria 61 Tahun Nekat Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Hotel

 

Dugaan Korban Hamil dan Dinikahkan

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pendamping korban, terdapat dugaan adanya korban yang mengalami kehamilan akibat perbuatan tersebut. Korban tersebut kemudian disebut dinikahkan dengan pihak lain di lingkungan pesantren.

 

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian Polresta Pati membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pati.

 

“Iya benar ada laporan dan saat ini masih dalam proses penanganan Sat Reskrim,” ujar pihak kepolisian, Rabu (29 April 2026).

 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penetapan tersangka. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung.

 

Kuasa Hukum Desak Penindakan Cepat

Kuasa hukum korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk mengamankan terduga pelaku. Hal ini dinilai penting untuk mencegah potensi korban baru serta menghindari kemungkinan penghilangan barang bukti.

 

“Kami berharap segera ada tindakan tegas agar tidak ada korban tambahan,” tegas Ali.

 

Sorotan Publik dan Tuntutan Transparansi

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan lembaga pendidikan berbasis agama yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri. Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat dalam mengusut tuntas dugaan kasus yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

 

M8/KMP

Tags: kiai cabulpencabulanponpes patisantriwati
ShareTweetPin
Previous Post

RESMI PINDAH! Sunaryo Bongkar Perjuangan Panjang, Pasar Bangsri Baru Resmi Beroperasi, Jadi Harapan Besar UMKM Jepara!

Next Post

Pameran TATAH Dibuka di Jakarta! Fadli Zon Ungkap Misi Besar Selamatkan Ukir Jepara hingga Tembus UNESCO

Related Posts

Apel kesiapan pengamanan May Day 2026 oleh Polres Jepara di Lapangan Bandengan
Berita Jepara

Siaga 1 May Day 2026! Ribuan Massa Padati Bandengan, Polres Jepara Kerahkan Pengamanan Gabungan

Jumat, 1 Mei 2026
Uji konsekuensi informasi publik di Diskominfo Jepara untuk klasifikasi akses informasi
Berita Jepara

Tak Semua Bisa Dibuka! Pemkab Jepara Tetapkan Klasifikasi Informasi Lewat Uji Konsekuensi

Jumat, 1 Mei 2026
pria tewas di Jepara hasil autopsi ungkap penyebab kematian di muara Kali Wiso
Berita

Autopsi Ungkap Fakta Mengejutkan! Pria di Jepara Tewas Bukan Dibunuh, Ini Penyebab Sebenarnya

Selasa, 28 April 2026
Bupati Jepara tanam mangga kioji dan kelengkeng di pinggir jalan Desa Jinggotan
Daerah

Sulap Pinggir Jalan Jadi “ATM Desa”, Bupati Jepara Tanam Kioji dan Kelengkeng, Panen Rp1 Juta per Pohon

Kamis, 30 April 2026
Suasana nobar Persijap Jepara vs PSBS Biak di Pendopo RA Kartini Jepara pada Jumat 24 April 2026
Daerah

Nobar Persijap Jepara vs PSBS Biak Digelar di Pendopo RA Kartini, Kick Off Jumat Sore

Jumat, 24 April 2026
Next Post
Pembukaan pameran TATAH di Jakarta menampilkan ukir Jepara dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama tamu undangan

Pameran TATAH Dibuka di Jakarta! Fadli Zon Ungkap Misi Besar Selamatkan Ukir Jepara hingga Tembus UNESCO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

Hardiknas 2026: Ketua DPRD Jepara Tegas! Tanpa Sarana Layak, Mustahil Pendidikan Berkualitas

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna sidak sekolah dorong pendidikan bermutu

Jepara, Metro8.News - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Dr. Agus Sutisna,...

Read more

Ngeri! Scoopy Belok Kanan Diseruduk Beat di Jepara, 2 Remaja Jadi Korban

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
kecelakaan lalu lintas di SPBU Kriyan Jepara melibatkan dua motor

Jepara, Metro8.News – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur ramai Jalan Raya Jepara–Demak, tepatnya di depan SPBU Kriyan, Desa Kriyan,...

Read more

Siang Beraksi, Malam Dibekuk! Pencuri Gas Elpiji di Mayong Jepara Terekam CCTV, Ini Kronologi Versi Polisi

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
pelaku pencurian gas elpiji di mayong jepara diamankan polisi bersama barang bukti tabung elpiji

Jepara, Metro8.News - Aksi pencurian gas elpiji yang meresahkan warga Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, akhirnya berhasil diungkap....

Read more

Tak Disangka! ART Ini Ternyata Pelaku Pencurian Rp700 Juta, Uang Dipakai Gaya Hidup Mewah

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
ART Makassar ditangkap polisi usai gasak emas dan uang majikan senilai Rp700 juta

Makassar, Metro8.News - Kasus pencurian besar yang melibatkan seorang asisten rumah tangga (ART) terungkap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku...

Read more

Tragis! Leher Terjerat Benang Layangan, Buruh di Karawang Tewas Seketika

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
Korban tergeletak usai diduga terjerat benang layangan di jalan Desa Kutapohaci, Karawang

Karawang, Metro8.News - Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (30/4) sore....

Read more

Heboh! Pencuri Gas Elpiji di Mayong Jepara Dibekuk Kilat, Ini Kronologinya

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
pelaku pencurian gas elpiji diamankan polsek mayong jepara bersama barang bukti tabung elpiji

Jepara, Metro8.News - Aksi sigap dan respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Mayong bersama GRIB JAYA PAC Mayong dalam mengungkap kasus...

Read more

Prabowo Tanya Manfaat MBG di Monas, Buruh Kompak Jawab ‘Tidak’! Jadi Sorotan May Day 2026”

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
Buruh di Monas menjawab tidak saat Prabowo Subianto tanya manfaat MBG

Jakarta, Metro8.News - Momen tak terduga terjadi dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat,...

Read more

Geger di Jepara! ASN Diduga Selingkuh hingga Hamil, Suami Bongkar Fakta Mengejutkan

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
Ilustrasi ASN terlibat dugaan perselingkuhan hingga hamil di Jepara

Jepara, Metro8.News - Dunia aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jepara diguncang kabar mengejutkan. Seorang oknum ASN perempuan dilaporkan suaminya...

Read more

May Day 2026 Jateng Berlangsung Damai, Kapolda: Bukti Nyata Kedewasaan Demokrasi

by Redaksi
Jumat, 1 Mei 2026
0
Aksi May Day 2026 di Jawa Tengah berlangsung tertib dan kondusif

Semarang, Metro8.News - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat yang...

Read more

Innalillahi! Jalan Pagi di Rel, Remaja Brebes Tewas Tertabrak Kereta, 2 Kritis

by Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026
0
Petugas evakuasi remaja tertabrak kereta api di Bumiayu Brebes

Brebes, Metro8.News – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tiga remaja perempuan tertabrak kereta api...

Read more
Prev Next
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.