Kudus, Metro8.News – Insiden tragis terjadi saat proses pembongkaran bangunan tempat ibadah di Kudus, Jawa Tengah. Seorang pekerja dilaporkan tewas di tempat setelah tertimpa reruntuhan tembok, Sabtu (13/6/2026) siang.
Korban diketahui berusia 53 tahun, warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat korban bersama sejumlah pekerja lain tengah melakukan pembongkaran bangunan di Dukuh Jatisari.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat itu para pekerja sedang membongkar dinding menggunakan alat bor (drill). Namun secara tiba-tiba, bagian tembok yang sedang dikerjakan mendadak ambruk dan mengarah langsung ke arah pekerja.
Baca Juga: Breaking News! Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko Pecangaan Jepara, Polisi Lakukan Penyelidikan
Korban yang berada dalam posisi jongkok tidak sempat menyelamatkan diri. Material bangunan langsung menimpa tubuhnya, terutama bagian kepala.
“Korban meninggal dunia di lokasi akibat tertimpa reruntuhan bangunan,” ungkap sumber di lapangan.
Baca Juga: Fakta Baru dari Polisi! Pria Meninggal di Pecangaan Jepara Sempat Terjatuh di Jalan
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Bae, korban mengalami luka fatal. Tempurung kepala korban dilaporkan pecah akibat kerasnya benturan material bangunan.
Sementara itu, dua pekerja lain yang berada di lokasi berhasil menghindar dan selamat dari insiden tersebut.
Peristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Aparat bersama tim relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Emosi Tak Dikasih Uang, Pria di Sukolilo Pati Bakar Rumah Orang Tuanya, Kerugian Capai Rp100 Juta
Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa tim relawan bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Tim relawan yang tergabung dalam FRPB Kudus langsung menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional dan ambulans untuk membantu proses evakuasi,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Dangdutan Berujung Ricuh, Pemdes Gemulung Jepara Stop Izin Hiburan Malam Hari
Selain evakuasi, petugas juga melakukan pendataan serta dokumentasi lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penanganan insiden.
Penanganan peristiwa ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Bae, Koramil Bae, BPBD Kudus, relawan FRPB, hingga warga sekitar.
Pihak BPBD mengimbau agar setiap aktivitas konstruksi maupun pembongkaran bangunan wajib memperhatikan standar keselamatan kerja guna mencegah kecelakaan fatal.
Baca Juga: Bikin Geger! Pemuda Jepara Masuk Toko di Pati Hanya Pakai Celana Pendek, Ternyata Begini Faktanya
“Kami mengingatkan pentingnya standar keselamatan kerja untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam nyawa pekerja,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut.
M8/PMA

















