Kudus, Metro8.News – Kabar duka datang dari jalur pendakian Puncak 29 Gunung Muria, Kudus. Seorang pendaki asal Kabupaten Rembang meninggal dunia setelah mengalami sesak napas saat perjalanan menuju puncak, Senin (7/9/2026) malam.
Pendaki tersebut diketahui bernama Achmad Alif Lutfian Fahmi (32), warga Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Pos 5 atau Petilasan Eyang Pandu, jalur pendakian Puncak 29 melalui Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto menjelaskan, korban mendaki bersama dua rekannya. Rombongan mulai melakukan perjalanan sekitar pukul 17.15 WIB, Senin sore, melalui jalur Semliro.
Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan telah tiba di Pos 4. Setelah itu, korban sempat berhenti karena hendak buang air besar.
Pada saat tersebut, kondisi korban mulai menunjukkan keluhan kesehatan. Korban mengaku mengalami nyeri dada dan sesak napas kepada salah seorang rekannya.
Meski demikian, korban masih berusaha melanjutkan perjalanan bersama rombongan menuju Pos 6.
Sekitar pukul 21.45 WIB, rombongan telah melewati Pos 5 atau Petilasan Eyang Pandu. Namun, tidak jauh dari lokasi tersebut, kondisi korban tiba-tiba memburuk.
Korban mendadak pingsan dan terjatuh dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dua rekan korban kemudian berupaya meminta pertolongan. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi.
“Korban sudah tidak menunjukkan denyut nadi maupun tanda-tanda kehidupan,” kata AKP Siswanto dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Kedua rekan korban kemudian turun untuk meminta bantuan kepada tim SAR dan relawan. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian hingga jenazah berhasil dibawa turun.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD dr Loekmonohadi Kudus untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kabupaten Rembang.
Pendaki Diimbau Cek Kondisi Kesehatan
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pendaki untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh selama berada di jalur pendakian.
Kapolsek Gebog mengimbau calon pendaki memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pendakian. Pendaki juga diminta tidak memaksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan selama perjalanan.
Kondisi fisik, perlengkapan, bekal, serta kesiapan menghadapi medan pendakian perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan.
Terlebih, jalur menuju kawasan Puncak 29 Gunung Muria memiliki medan yang membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Bagi pendaki yang mulai mengalami keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, atau tubuh terasa sangat lemah, sebaiknya segera menghentikan perjalanan dan mencari bantuan.
M8/MRDK

















