Jepara, Metro8.News – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan FORSPEK Kabupaten Jepara. Bukan sekadar membawa pulang trofi, kontingen Jepara berhasil keluar sebagai Juara Umum Tournament Ketapel KORMI dan FORSPEK Jawa Tengah 2026 di Kopeng, Kabupaten Semarang.
Jepara mengumpulkan 105 poin, unggul jauh dari Kabupaten Semarang yang berada di posisi kedua dengan 58 poin. Sementara Salatiga mengoleksi 55 poin dan Karanganyar 24 poin.
Turnamen tersebut berlangsung di Kopeng, Kabupaten Semarang, pada Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026 dan diikuti 95 peserta dari 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ketua FORSPEK Kabupaten Jepara, Ahmad Wahab, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil membanggakan dari proses pembinaan olahraga ketapel yang selama ini dilakukan di Jepara.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Jepara bisa menjadi juara umum dengan 105 poin. Ini hasil kerja keras teman-teman, atlet, pelatih dan seluruh tim yang mengikuti pertandingan,” ujar Ahmad Wahab saat dikonfirmasi Metro8.News, Senin (14/9/2026).
Menurut Wahab, persaingan dalam turnamen tersebut cukup ketat. Sebanyak 11 kabupaten/kota mengirimkan peserta untuk bertanding dalam sejumlah kategori yang diperlombakan.
Namun, konsistensi atlet-atlet Jepara akhirnya mengantarkan FORSPEK Jepara berada di posisi teratas klasemen akhir.
95 Peserta dari 11 Kabupaten/Kota
Wahab menjelaskan, turnamen ketapel tersebut diikuti 95 peserta yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kejuaraan tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Ketua KORMI Jawa Tengah, Ketua FORSPEK Indonesia beserta pengurus, Ketua FORSPEK DKI Jakarta beserta pengurus, perwakilan Forkopimda Kabupaten Semarang dan Kecamatan Kopeng, serta para pegiat wisata di Kopeng.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa olahraga ketapel semakin berkembang dan mendapatkan ruang sebagai bagian dari olahraga rekreasi masyarakat.
“Pesertanya ada 95 orang dari 11 kabupaten/kota. Ini menunjukkan antusiasme terhadap olahraga ketapel semakin bagus. Kami berharap ke depan semakin banyak daerah yang ikut dan pembinaannya semakin berkembang,” kata Wahab.
Atlet Jepara Ukir Prestasi di Dua Kategori
Tak hanya menjadi juara umum, atlet Jepara juga berhasil mencatatkan sejumlah posisi teratas dalam kategori pertandingan.
Pada kategori Multi Target, H. Iwan dari Jepara berhasil menempati posisi pertama. Disusul Asang dari Solo di posisi kedua dan Nurhadi dari Salatiga di posisi ketiga.
Sementara posisi berikutnya ditempati Nando dari Jepara, Imam dari Semarang dan Kurniawan dari Jepara.
Sedangkan pada kategori Kaleng, Heru dari Solo menjadi juara pertama. Nurhadi dari Salatiga berada di posisi kedua dan Teng dari Karanganyar di posisi ketiga.
Nando dari Jepara menempati posisi keempat, disusul Eka dari Semarang dan Zabran dari Jepara.
Hasil tersebut semakin mempertegas kekuatan kontingen Jepara dalam persaingan olahraga ketapel di tingkat Jawa Tengah.

Klasemen Juara Umum
Berdasarkan perolehan poin akhir, posisi empat besar juara umum Tournament Ketapel KORMI dan FORSPEK Jawa Tengah 2026 yakni:
1. Kabupaten Jepara – 105 poin
2. Kabupaten Semarang – 58 poin
3. Kabupaten Salatiga – 55 poin
4. Kabupaten Karanganyar – 24 poin
Perolehan 105 poin membuat Jepara menjadi daerah dengan nilai tertinggi sekaligus berhak membawa pulang Piala Bergilir Ketua KORMI Jawa Tengah.
Wahab: Ketapel Bukan Lagi Sekadar Permainan
Ahmad Wahab menilai capaian tersebut menjadi momentum penting untuk semakin memperkenalkan ketapel kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, olahraga ketapel memiliki nilai positif karena membutuhkan konsentrasi, ketepatan, koordinasi mata dan tangan, serta mental yang kuat.
“Kami ingin ketapel ini benar-benar menjadi olahraga yang bisa menjadi wadah positif bagi masyarakat, terutama anak-anak. Mereka tidak hanya bermain, tetapi belajar fokus, disiplin, melatih konsentrasi dan mental bertanding,” jelasnya.
Wahab berharap prestasi di tingkat Jawa Tengah tersebut dapat menjadi pemicu bagi munculnya atlet-atlet muda Jepara.

Ia juga menegaskan bahwa FORSPEK Jepara akan terus mendorong pembinaan agar prestasi yang sudah diraih tidak berhenti pada satu kejuaraan.
“Juara umum ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan. Mudah-mudahan dari Jepara semakin banyak atlet ketapel yang bisa berprestasi sampai tingkat nasional,” pungkas Wahab.
Dengan torehan 105 poin, FORSPEK Jepara kini membawa pulang bukan hanya gelar juara umum, tetapi juga pesan bahwa olahraga tradisional seperti ketapel mampu berkembang menjadi olahraga masyarakat yang serius, kompetitif dan berprestasi.
M8/UCP

















