Jepara, Metro8.News – Ribuan warga memadati Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, pada puncak Festival Karnaval Seni Budaya Sedekah Bumi, Minggu (2/8/2026). Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga sore hari untuk menyaksikan beragam penampilan budaya, kreativitas warga, serta arak-arakan karnaval yang menjadi tradisi tahunan desa.
Puncak perayaan diawali dengan pembukaan resmi oleh Petinggi Desa Bringin, Sumardi, yang mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai-nilai kebersamaan dan melestarikan budaya warisan leluhur.
Baca Juga: Tak Hiraukan Kesepakatan Penutupan! Homestay FN18 Jepara Digerebek Warga, 7 Pasang Diamankan Polisi
Dalam sambutannya, Sumardi menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat Desa Bringin.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan luar biasa dari seluruh masyarakat. Harapan kami tentu yang terbaik untuk Desa Bringin. Semoga persatuan dan kesatuan warga semakin kokoh, semangat gotong royong terus terjaga, perekonomian masyarakat semakin meningkat, serta Desa Bringin menjadi desa yang semakin maju, aman, rukun, dan sejahtera. Mari kita bersama-sama menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Sumardi kepada Metro8.news.
Suasana semakin semarak ketika peserta karnaval dari berbagai RT menampilkan beragam kostum, seni tradisional, hingga kreasi yang mengangkat potensi lokal Desa Bringin. Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk mengabadikan momen yang hanya digelar sekali dalam setahun tersebut.

Dukungan terhadap pelestarian budaya juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Andang Wahyu Triyanto, S.E., M.M., yang hadir dan memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Desa Bringin.

“Saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan Sedekah Bumi di Desa Bringin, Kecamatan Batealit. Kegiatan ini sangat luar biasa karena menjadi forum silaturahmi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga seluruh warga Desa Bringin. Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Semoga Desa Bringin semakin maju, berkembang, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Selamat dan sukses untuk Desa Bringin. Maju terus Desa Bringin. Amin,” kata Andang.
Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna Titipkan Pesan: Taruna Akpol Jadi Inspirasi Siswa Sekolah Rakyat
Ia menambahkan, tradisi Sedekah Bumi memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Desa Bringin, Aris P, menilai keterlibatan generasi muda dalam penyelenggaraan festival menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi.

“Harapan kami, melalui Festival dan Karnaval Sedekah Bumi ini, Desa Bringin akan terus menjadi desa yang terbaik, aman, guyub, rukun, dan masyarakatnya semakin kompak. Semoga potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Bringin dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap tradisi ini terus dilaksanakan setiap tahun. Terima kasih kepada Pemerintah Desa Bringin yang telah memberikan ruang kepada para pemuda untuk ikut berkontribusi. Kepercayaan ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa, sehingga kami semakin termotivasi untuk menjaga budaya dan bersama-sama membangun Desa Bringin agar semakin maju,” ungkapnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Jepara Hadiri HUT Paguyuban Linmas, Kesejahteraan Satlinmas Jadi Perhatian Bersama
Festival Karnaval Seni Budaya Sedekah Bumi Desa Bringin tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah modernisasi. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut memperkuat silaturahmi, menggerakkan ekonomi warga melalui pelaku UMKM, serta memperkenalkan kekayaan budaya Desa Bringin kepada masyarakat luas.
Dengan semangat guyub, rukun, dan gotong royong, warga berharap Sedekah Bumi tetap menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga dari generasi ke generasi.
M8/UCP

















