Jepara, Metro8.News – Keresahan warga terkait dugaan aksi begal di wilayah Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, mulai menjadi perhatian. Jalur Jaten–Jerukwangi, terutama kawasan yang melintasi area sepi dan hutan, disebut warga membuat mereka waswas ketika harus melintas pada malam hari.
Kondisi jalan yang minim aktivitas serta penerangan di sejumlah titik dinilai membuat warga merasa kurang aman. Karena itu, masyarakat meminta pihak berwenang tidak hanya meningkatkan patroli, tetapi juga memperbanyak lampu penerangan jalan di sepanjang jalur tersebut.
Keresahan itu semakin ramai setelah muncul percakapan warga di media sosial Facebook yang menyinggung dugaan aksi begal di kawasan hutan Jerukwangi.
Percakapan Facebook Sebut Ada Dugaan Kejadian
Dalam tangkapan layar percakapan Facebook yang diterima Metro8.news, akun Eric Rudolf Deathu menanyakan kepada akun Cha Setia mengenai dugaan keberadaan begal di kawasan hutan Jerukwangi.
“Hlo mosok kak di hutan jeruk wangi ada begal?” tulis akun Eric Rudolf Deathu.
Akun Cha Setia kemudian menjawab bahwa menurut keterangannya, terdapat kejadian yang disebut terjadi dua kali dalam satu bulan terakhir.
Ketika kembali ditanya mengenai barang yang menjadi sasaran, akun tersebut menyebut tas berisi handphone serta perhiasan yang dipakai korban diduga menjadi incaran.
Percakapan tersebut kemudian ikut memicu perhatian warga karena membahas keamanan jalur yang dikenal cukup sepi ketika malam hari.
Namun, isi percakapan media sosial tersebut masih merupakan keterangan dari pengguna Facebook dan bukan hasil penyelidikan kepolisian. Metro8.news tidak menyimpulkan bahwa seluruh kejadian yang disebut dalam percakapan tersebut merupakan tindak pidana pembegalan sebelum adanya verifikasi resmi.
Kapolsek Bangsri Tegaskan Akan Tindak Tegas
Kepada jurnalis Metro8.news, Rabu (23/9/2026), Kapolsek Bangsri AKP Budianto menyampaikan bahwa kepolisian akan menindak tegas pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukumnya.
Ia juga menegaskan jajaran Polsek Bangsri tidak akan tinggal diam apabila ditemukan pelaku begal yang melakukan aksi dan membahayakan masyarakat.
Langkah penindakan, kami tidak segan segan kepada tindak pelaku begal di wilayah Bangsri dan kalau memang sudah meresahkan tembak di tempat pelaku begal nya, ujar AKP Budianto.
Warga Pilih Jalur Lain karena Takut
Keresahan tersebut bahkan mulai memengaruhi aktivitas sebagian warga.
Fitri, warga Dukuh Poreng, Desa Jerukwangi, mengaku lebih memilih menggunakan jalur Mlonggo–Bangsri ketika bepergian ke arah Bangsri dibandingkan melintasi Jaten–Jerukwangi pada malam hari.
“Aku lebih milih lewat jalur Mlonggo ke Bangsri, Mas, ketimbang lewat jalur Jaten–Jerukwangi karena waswas takut ada begal,” ungkap Fitri.
Menurut warga, rasa khawatir semakin muncul ketika harus melewati kawasan yang minim penerangan dan sepi dari aktivitas masyarakat.
Warga Minta Lampu Jalan Ditambah
Selain meminta kepolisian meningkatkan patroli, masyarakat juga berharap pihak yang berwenang memperhatikan penerangan jalan di ruas Jaten–Jerukwangi.
Warga meminta titik-titik yang masih gelap dapat dipasangi lampu penerangan tambahan, terutama di kawasan yang jauh dari permukiman dan memiliki aktivitas kendaraan cukup rendah pada malam hari.
Menurut warga, keberadaan penerangan jalan bukan hanya membantu pengendara melihat kondisi jalan, tetapi juga dapat meningkatkan rasa aman masyarakat ketika melintas.
“Kalau bisa lampunya ditambah, terutama di titik yang gelap. Biar warga yang lewat malam juga lebih tenang,” menjadi harapan warga.
Miras Juga Diminta Ditertibkan
Di sisi lain, masyarakat juga meminta pihak berwenang melakukan pengawasan terhadap peredaran minuman keras di wilayah Bangsri.
Warga menduga maraknya konsumsi miras dapat berkaitan dengan gangguan keamanan dan kriminalitas. Namun, dugaan tersebut tetap membutuhkan data dan pembuktian dari aparat berwenang.
Karena itu, warga berharap kepolisian bersama instansi terkait melakukan langkah pencegahan secara menyeluruh, mulai dari patroli di lokasi rawan, penertiban aktivitas yang melanggar aturan hingga peningkatan penerangan jalan.
Dengan adanya langkah tersebut, masyarakat berharap jalur Jaten–Jerukwangi tidak lagi membuat warga merasa takut ketika harus melintas pada malam hari.
M8/UCP

















