Semarang, Metro8.News – Ribuan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah memadati Stadion Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).
Dari tengah kerumunan itu, 100 anggota Satlinmas Kabupaten Jepara turut hadir membawa semangat konsolidasi sekaligus harapan agar perlindungan dan kesejahteraan anggota Satlinmas semakin mendapat perhatian pemerintah.
Mereka berangkat sejak dini hari dan terlebih dahulu berkumpul di halaman Pendopo Kabupaten Jepara sebelum bertolak menuju lokasi kegiatan.
Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah tersebut menjadi salah satu momentum berkumpulnya ribuan anggota Satlinmas dari berbagai daerah. Dalam agenda yang sama juga dijadwalkan Pengukuhan ASLINMAS Provinsi Jawa Tengah serta pengukuhan empat DPC ABPEDNAS Provinsi Jawa Tengah.
Suasana Stadion Pandanaran Wujil tampak dipenuhi peserta yang mengenakan seragam PDL abu-abu lengkap dengan atribut masing-masing.
Kehadiran ribuan personel tersebut sekaligus menggambarkan besarnya unsur Satlinmas yang selama ini menjadi bagian dari perlindungan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Bukan Sekadar Apel Akbar
Bagi Satlinmas Jepara, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan agenda seremonial.
Apel akbar menjadi ruang konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antaranggota Satlinmas di Jawa Tengah. Di sisi lain, momentum tersebut juga menjadi pengingat atas sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian anggota Satlinmas, terutama terkait perlindungan dan kesejahteraan.
Perhatian anggota Satlinmas Jepara kemudian kembali tertuju pada hasil audiensi mereka dengan Pemerintah Kabupaten Jepara beberapa waktu sebelumnya.
Saat menerima audiensi Paguyuban Satlinmas Jepara di ruang kerjanya, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan rencana agar perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan insentif bagi anggota Satlinmas Jepara mulai dianggarkan dalam APBD 2027.
Rencana tersebut menjadi kabar yang dinantikan anggota Satlinmas Jepara.
Sebab, dalam menjalankan tugas di tingkat desa, anggota Satlinmas tidak hanya terlibat dalam kegiatan pemerintahan, tetapi juga membantu pengamanan kegiatan masyarakat, menghadapi kondisi darurat serta ikut menjaga ketertiban lingkungan.
Menunggu Realisasi di APBD 2027
Meski telah disampaikan oleh pemerintah daerah, rencana tersebut masih harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran daerah.
Pemerintah Kabupaten Jepara sendiri telah menetapkan tim penyusunan rancangan Analisis Standar Belanja (ASB) Tahun Anggaran 2027 sebagai bagian dari proses penyusunan anggaran.
Karena itu, bagi Satlinmas Jepara, tahap berikutnya menjadi bagian penting untuk memastikan rencana perlindungan dan insentif tersebut benar-benar dapat diwujudkan.
Ketua Paguyuban Satlinmas Jepara Joko Rintono berharap rencana yang telah disampaikan Bupati Jepara dapat terus dikawal hingga masuk dalam penganggaran dan kemudian direalisasikan.
Menurutnya, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan memiliki arti penting bagi anggota yang menjalankan tugas di lapangan.
Begitu pula dengan insentif yang diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pengabdian anggota Satlinmas di tingkat desa.
Dari Wujil, Harapan Satlinmas Jepara Dibawa Pulang
Keikutsertaan 100 anggota Satlinmas Jepara dalam Apel Akbar Satlinmas di Stadion Pandanaran Wujil menjadi momentum tersendiri.
Mereka tidak hanya berkumpul bersama ribuan anggota Satlinmas dari berbagai daerah di Jawa Tengah, tetapi juga membawa kembali satu harapan yang kini menunggu proses panjang di tingkat daerah.
APBD 2027 menjadi titik yang dinantikan.
Sebab, jika rencana tersebut terealisasi, anggota Satlinmas Jepara diharapkan mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sekaligus insentif sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap tugas mereka di tengah masyarakat.
Dari lapangan Wujil, konsolidasi Satlinmas Jawa Tengah berakhir. Namun bagi Satlinmas Jepara, perjuangan berikutnya justru menunggu di daerah mengawal agar harapan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar masuk dalam anggaran dan diwujudkan pada 2027.
M8/AR

















