Jepara, Metro8.News – Penemuan mayat di kebun tebu belakang pabrik PT Kanindo Makmur Jaya 1, Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, akhirnya mulai menemukan titik terang. Kapolsek Mayong AKP Suyatmoko saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.News mengungkap identitas korban serta kronologi awal kejadian, Kamis (14/5/2026).
Korban diketahui bernama Sudirno (58), warga Desa Krasak RT 05/06, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Ia merupakan seorang wiraswasta kelahiran Tegal, 2 Februari 1968.
Baca Juga: Pedagang Es Degan di Mayong Jepara Ditusuk 3 Kali, Polisi Kantongi Pelaku dan Lakukan Pengejaran
Ditemukan Saat Bersihkan Kebun
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, dua orang saksi tengah bekerja membersihkan dan menyemprot rumput liar di area kebun tebu milik warga di Dukuh Cikal, Desa Sengonbugel.
Kecurigaan muncul ketika mereka melihat beberapa batang tebu dalam kondisi roboh dan tidak wajar. Saat didekati, saksi dikejutkan dengan sosok pria yang sudah tergeletak di tengah kebun.
Tanpa pikir panjang, keduanya langsung melaporkan temuan tersebut ke aparat kepolisian sekitar pukul 13.45 WIB.
Polisi Bergerak Cepat ke Lokasi
Mendapat laporan, jajaran Polsek Mayong langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan awal.
Sejumlah langkah cepat dilakukan, mulai dari mencatat keterangan saksi-saksi, berkoordinasi dengan pihak kesehatan, hingga melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Masih Dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Belum ada keterangan resmi apakah terdapat unsur kekerasan atau tidak.
Area kebun tebu yang relatif sepi dan tertutup menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengungkapan kasus ini.
Imbauan Kepolisian
Kapolsek Mayong AKP Suyatmoko mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban sebelum hasil resmi keluar. Warga juga diminta segera melapor jika memiliki informasi tambahan yang dapat membantu penyelidikan.
Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian, dan perkembangan terbaru akan terus disampaikan.
M8/UCP

















