Jepara, Metro8.News – Warga Desa Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM), Kamis (28/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Achmad Nasroh (65), warga Jalan Genuk Karanglo, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaos merah tanpa celana dan diduga telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelumnya.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga setempat. Salah satu saksi, Ali Maskuri, mengaku terakhir melihat korban masuk ke area SPBM pada Selasa (26/5/2026). Namun sejak saat itu, korban tak pernah terlihat keluar.
Baca Juga: Brutal! Lansia 73 Tahun di Kudus Dipukuli Perampok, Gelang dan Kalung Raib
“Biasanya beliau selalu ikut sholat subuh di masjid desa, tapi sudah dua hari tidak terlihat,” ungkapnya.
Merasa ada yang janggal, Ali kemudian melakukan pengecekan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Betapa terkejutnya ia saat mendapati korban sudah tergeletak dalam kondisi telungkup dan tidak bernyawa di dalam area SPBM.
Ali kemudian memanggil dua warga lainnya, yakni Thoyib dan Latifah, untuk memastikan kondisi korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Terekam CCTV! Maling Subuh Bobol SDN Bugel Jepara, Uang Tabungan Siswa Raib
Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia juga membeberkan kronologi awal penemuan mayat yang menggegerkan warga itu.
“Benar, telah ditemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di SPBM Desa Semat. Berdasarkan keterangan saksi, korban sudah tidak terlihat selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, jenazah telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini pun sempat membuat warga sekitar lokasi kejadian geger dan berdatangan untuk melihat langsung proses evakuasi. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
M8/UCP

















