Jakarta, Metro8.News – Stand Kabupaten Jepara menjadi salah satu magnet utama dalam Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 10–12 Juli 2026. Beragam produk UMKM unggulan khas Jepara berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung sejak hari pertama penyelenggaraan.
Mengusung semangat “Jepara Mulus”, stand tersebut menghadirkan inovasi pangan berbahan non-beras dan non-terigu, produk UMKM, kerajinan khas, hingga kekayaan budaya daerah yang mencerminkan kreativitas masyarakat Kota Ukir.
Sejak dibuka, stand Jepara dipadati tamu undangan, pelaku UMKM, pegiat ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum yang ingin melihat langsung berbagai produk unggulan. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya aktivitas di area pameran serta tingginya minat terhadap produk pangan lokal yang dinilai unik dan memiliki nilai tambah.
Berbagai produk yang dipamerkan antara lain kopi khas Jepara, minuman berbahan tepung garut, keripik singkong aneka rasa, egg roll tape, hingga horog-horog, pangan tradisional khas Jepara yang menjadi salah satu daya tarik utama festival. Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa bahan pangan lokal mampu diolah menjadi makanan modern yang memiliki cita rasa khas sekaligus bernilai ekonomi tinggi.
Tak hanya sektor kuliner, Jepara juga menampilkan produk unggulan nonpangan seperti Tenun Troso dan aneka kerajinan tangan (handicraft) yang selama ini telah dikenal hingga pasar nasional maupun internasional.
Salah satu peserta pameran yang mewakili Kabupaten Jepara, Bunda Kartini, mengatakan pelaku UMKM Jepara terus melakukan inovasi agar produk berbasis pangan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“UMKM Jepara saat ini tidak hanya berfokus pada makanan tradisional, tetapi juga mengembangkan berbagai olahan pangan alternatif yang sehat, bernilai jual tinggi, dan memiliki peluang pasar yang luas. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi pangan lokal Jepara sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya kepada Metro8.news, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, berbagai hasil pertanian lokal yang selama ini dipandang sederhana kini mampu diolah menjadi produk modern dengan kualitas yang kompetitif. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa UMKM Jepara mampu mengikuti perkembangan pasar tanpa meninggalkan identitas kuliner daerah.
“Kami berharap melalui festival ini produk-produk UMKM Jepara semakin dikenal masyarakat Indonesia. Ini bukan sekadar pameran, tetapi juga kesempatan memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang investasi, sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada generasi muda,” tambahnya.
Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 menjadi panggung strategis bagi daerah-daerah di Jawa Tengah untuk mempromosikan inovasi pangan lokal berbahan non-beras dan non-terigu sebagai bagian dari upaya mendukung program diversifikasi pangan nasional.
Partisipasi Kabupaten Jepara membuktikan bahwa daerah yang selama ini identik sebagai Kota Ukir juga memiliki potensi besar di sektor pangan, ekonomi kreatif, dan UMKM. Perpaduan antara inovasi produk, budaya, serta kualitas kerajinan menjadi daya tarik tersendiri yang membuat stand Jepara ramai dikunjungi sepanjang pelaksanaan festival.
Keikutsertaan dalam ajang ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Jepara di tingkat nasional. Dari horog-horog hingga Tenun Troso, Jepara menunjukkan bahwa kekayaan lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi yang terus tumbuh dan mampu bersaing di pasar Indonesia.
M8/UCP

















