Jakarta, Metro8.New – Sebanyak 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah ambil bagian dalam Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 10–12 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi etalase produk pangan lokal berbahan nonberas dan nonterigu sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Beragam inovasi pangan khas daerah dipamerkan dalam festival tersebut. Masing-masing peserta menampilkan produk unggulan berbahan baku lokal yang diolah menjadi makanan dan minuman bernilai ekonomi tinggi.
Salah satu stan yang menyita perhatian pengunjung datang dari Kabupaten Purworejo. Melalui perwakilannya, Ibu Rejih dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Purworejo membawa sederet produk inovatif yang memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi produk siap konsumsi dengan cita rasa khas.
Hal itu disampaikan Ibu Rejih kepada jurnalis Metro8.news di sela kegiatan Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 di TMII, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Innalillahi, Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Kaligede Jepara, Polisi Buru Pelaku
Produk yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah Keraton (Keripik Bonggol Pisang). Bonggol pisang yang selama ini kerap dianggap limbah ternyata mampu disulap menjadi camilan renyah dengan rasa gurih dan memiliki nilai jual tinggi.

“Inovasi ini kami hadirkan agar masyarakat mengetahui bahwa bonggol pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Ibu Rejih.
Selain keripik bonggol pisang, Purworejo juga memperkenalkan Teh Resik, minuman herbal yang diyakini memiliki berbagai manfaat. Uniknya, ampas teh tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai masker wajah sehingga tidak terbuang sia-sia.
Tak berhenti di situ, kreativitas UMKM Purworejo juga terlihat melalui cendol berbahan daun pisang, hasil pengembangan dari workshop pengolahan pangan lokal. Produk ini menjadi salah satu daya tarik karena memanfaatkan daun pisang sebagai bahan utama yang jarang digunakan dalam olahan minuman.
Pengunjung juga dapat mencicipi jus durian yang dibuat dari durian asli, sirup secang, jus jahe, serta beragam produk olahan pangan lokal lainnya yang menunjukkan kekayaan potensi Kabupaten Purworejo.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi dan menjadi sumber rezeki bagi masyarakat,” kata Ibu Rejih.
Baca Juga: Siswa SLB Jepara Unjuk Bakat di Polres, Lukisannya Melaju ke Mabes Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional
Festival Olahan Pangan Jawa Tengah 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk UMKM di tingkat nasional.

Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal nonberas dan nonterigu, para pelaku UMKM diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mendukung diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama tiga hari penyelenggaraan, ribuan pengunjung TMII berkesempatan mengenal sekaligus membeli berbagai produk unggulan dari 35 UMKM perwakilan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Keikutsertaan UMKM Purworejo dalam festival ini menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengolah potensi lokal mampu melahirkan produk bernilai tinggi. Keripik bonggol pisang, cendol daun pisang, hingga jus durian menjadi contoh bagaimana bahan sederhana dapat diubah menjadi produk unggulan yang berpotensi menembus pasar nasional.
M8/UCP

















