Jepara, Metro8.News – Kisah Luluk Ilhana (30), warga Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, menjadi perhatian publik setelah dirinya kehilangan pekerjaan akibat tertidur sesaat saat menjalani sif malam. Di tengah beban sebagai janda dengan dua anak, Luluk memilih bangkit dan menata kembali hidupnya.
Perempuan yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan garmen PT Urecel Jepara itu mengaku mengalami microsleep atau tertidur sejenak ketika bertugas pada Kamis (9/7/2026). Saat itu kondisi tubuhnya sedang kurang fit usai waktu istirahat.
“Saya duduk di mesin jahit, tidak sengaja ketiduran sebentar. Ternyata terekam CCTV,” ungkap Luluk, Kamis (16/7/26).
Baca Juga: Bandel! Tiga Tambang Ilegal di Jepara Digerebek, Operator Kabur Tinggalkan Alat Berat
Beberapa jam setelah kejadian tersebut, rekaman CCTV disebut dibagikan ke grup internal perusahaan. Tak lama kemudian, ia menerima pemberitahuan dari bagian Human Resources Development (HRD) mengenai penghentian hubungan kerjanya.
Keputusan itu menjadi pukulan berat bagi Luluk. Sebab, sejak suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada Oktober 2025, seluruh kebutuhan keluarga berada di pundaknya seorang diri.
Selain harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga menanggung biaya pendidikan dua anaknya sekitar Rp700 ribu setiap bulan, ditambah cicilan rumah sekitar Rp1 juta per bulan yang masih harus dibayar hingga belasan tahun ke depan.
Meski sempat menganggur selama beberapa hari, Luluk tidak larut dalam kesedihan. Ia terus berusaha mencari pekerjaan demi menjaga keberlangsungan hidup keluarganya.
Usahanya membuahkan hasil. Kini Luluk kembali bekerja di bidang menjahit. Tidak hanya itu, ia juga mulai merencanakan membuka usaha sembako di rumah sebagai tambahan penghasilan.
Menurutnya, ada hikmah di balik peristiwa yang dialaminya. Setelah tidak lagi bekerja dengan sistem sif malam, ia memiliki lebih banyak waktu bersama kedua putranya.
“Alhamdulillah sekarang bisa antar-jemput anak sekolah, bisa istirahat lebih tenang di rumah. Semoga rezeki kami semakin baik dan anak-anak bisa terus sekolah,” tuturnya.
Perjuangan Seorang Ibu
Perjalanan hidup Luluk menjadi gambaran beratnya perjuangan seorang ibu tunggal yang harus menghadapi kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, sekaligus tekanan ekonomi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Di tengah situasi tersebut, ia memilih tetap optimistis. Baginya, bekerja keras dan terus berusaha merupakan jalan terbaik agar kedua anaknya tetap memiliki masa depan yang lebih baik.
Kisah Luluk pun menuai simpati masyarakat. Banyak yang menilai semangatnya untuk bangkit patut menjadi inspirasi bagi para pekerja yang tengah menghadapi masa sulit akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait alasan dan mekanisme pemutusan hubungan kerja yang dialami Luluk.
M8/BS

















