Jepara, Metro8.News – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang meubel milik warga di Desa Suwawal Barat, RT 05 RW 01, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, pada Senin (27/7/2026) dini hari. Kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik menghanguskan bangunan berukuran sekitar 10 x 20 meter dengan taksiran kerugian mencapai Rp1 miliar.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara pada pukul 03.03 WIB. Hanya berselang sekitar 15 menit, tim pemadam telah tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api yang terus membesar.
Baca Juga: Persijap Dipastikan Tetap Bermarkas di Jepara, Ini 4 Syarat Hasil Forum yang Harus Dipenuhi Bersama
Operasi pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam dari Mako 113, satu unit mobil suplai dari Pos Damkar Bangsri, serta satu unit mobil pemadam milik PT Kota Jati. Enam personel diterjunkan, yakni Shofchan, Denies, Farid, Vany, Antok, dan Didik S.
Proses pemadaman berlangsung dramatis selama hampir empat jam. Petugas baru berhasil memastikan api benar-benar padam sekitar pukul 07.15 WIB, sekaligus melakukan pendinginan agar api tidak kembali menyala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari korsleting instalasi listrik di dalam gudang. Besarnya material mudah terbakar di dalam bangunan membuat kobaran api dengan cepat menghanguskan sebagian besar isi gudang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun kerusakan yang ditimbulkan cukup parah dan menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news pada Senin (27/7/2026), Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edi Marwoto, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Menurut Edi Marwoto, laporan kebakaran diterima dini hari dan seluruh personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Berkat kerja cepat petugas serta bantuan armada yang diterjunkan, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Baca Juga: Panik! Cincin Tak Kunjung Bisa Dilepas, Wanita di Pakisaji Akhirnya Minta Bantuan Damkar Jepara
“Hasil penanganan sementara menunjukkan dugaan penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan api berhasil dipadamkan setelah proses pemadaman serta pendinginan dilakukan hingga pagi hari,” jelas Edi Marwoto.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha meubel, agar rutin memeriksa instalasi listrik di gudang maupun tempat produksi. Mengingat industri meubel banyak menyimpan bahan yang mudah terbakar seperti kayu, serbuk, thinner, dan bahan finishing, potensi kebakaran dapat meningkat apabila sistem kelistrikan tidak terawat dengan baik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan.
M8/UCP

















