Jepara, Metro8.News – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, diwarnai insiden tak terduga. Arena lomba panjat pohon pisang yang tengah dipersiapkan warga tiba-tiba roboh dan menimpa sejumlah orang yang sedang memasang hadiah di bagian atas arena.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di area perkebunan milik warga bernama Tomo, Desa Raguklampitan RT 19/RW 04, Kecamatan Batealit.
Kapolsek Batealit AKP Khasin Faiz saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.News, Senin (17/8/2026), membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, arena sebenarnya belum digunakan untuk perlombaan. Warga masih melakukan tahap persiapan sebelum lomba dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.
“Benar, telah terjadi robohnya arena panjat saat warga melakukan persiapan lomba HUT RI,” ujar AKP Khasin Faiz.
Tiga Warga Tertimpa
Kejadian bermula ketika arena yang telah berdiri mulai dipasangi berbagai hadiah. Tiga warga, yakni Muhammad Zaini, Jumadi dan Alak, berada di bagian atas arena untuk memasang hadiah dengan menggunakan tangga.
Namun, saat proses pemasangan berlangsung, struktur arena tiba-tiba roboh.
Batang dan penyangga arena kemudian menimpa warga yang berada di sekitar lokasi. Sebanyak tiga orang dilaporkan terkena material arena tersebut.
Akibat kejadian itu, dua warga mengalami luka ringan. Sementara Muhammad Zaini (23), warga Desa Raguklampitan RT 19/RW 04, mengalami patah tulang pada lengan tangan sebelah kanan.
Baca Juga: Melihat Merah Putih Berkibar, Veteran Jepara 71 Tahun Ini Terharu dan Kenang Masa di Timor Timur
Zaini kemudian segera dibawa untuk mendapatkan penanganan pengobatan patah tulang di wilayah Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Jepara.
Diduga Tanah Menjadi Gembur
Polisi menyebut dugaan sementara robohnya arena berkaitan dengan kondisi dudukan tanah yang kurang kuat.
Di bawah arena terdapat kubangan yang nantinya digunakan sebagai tempat lumpur dalam lomba. Air dari proses penggalian diduga membuat tanah di sekitar dudukan menjadi gembur dan lembek sehingga tidak mampu menahan beban struktur arena.
Arena tersebut menggunakan penyangga bambu yang disilang dan diikat untuk menahan batang. Ketinggiannya diperkirakan mencapai sekitar 4 meter, dengan panjang batang sekitar 3 meter.
Di bagian bawah terdapat kubangan lumpur dengan luas sekitar 2 meter persegi dan kedalaman kurang lebih 30 sentimeter.
Meski demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan kondisi di lokasi kejadian.
Lomba Belum Dimulai
Kapolsek Batealit menegaskan bahwa insiden terjadi sebelum perlombaan dimulai.
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin warga dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sesuai rencana, lomba baru akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Polsek Batealit telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan terhadap korban dan saksi, serta melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.
Polisi juga mencatat keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
Baca Juga: Terungkap! Petani 72 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan Kancilan Jepara, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
“Petugas sudah mendatangi TKP, mencatat identitas korban dan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan,” jelas AKP Khasin.
Hingga laporan ini disusun, kondisi korban yang mengalami patah tulang telah mendapatkan penanganan. Perkembangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut masih menunggu informasi dari pihak kepolisian.
M8/UCP

















