Batang, Metro8.News – Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah.
Hingga Rabu (23/9/2026) malam, jumlah warga yang diduga terdampak mencapai 276 orang. Mereka terdiri dari siswa, anak TK/PAUD hingga orang tua yang ikut mengonsumsi makanan MBG.
Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono saat memantau penanganan korban di RSUD Kalisari Batang. Menurutnya, angka tersebut merupakan data sementara dan masih dapat berubah karena proses pendataan masih berlangsung.
Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Kasus ini bermula setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026).
Menu tersebut antara lain nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan dan anggur.
Sejumlah penerima manfaat kemudian mengalami keluhan kesehatan pada Rabu. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, pusing hingga muntah.
Sebagian korban langsung mendatangi Puskesmas Bawang. Karena jumlah pasien terus bertambah, sejumlah korban kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya.
Ditangani di Sejumlah Fasilitas Kesehatan
Pemkab Batang menyiapkan beberapa fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang mengalami keluhan.
Penanganan dilakukan antara lain di Puskesmas Bawang, RSU Limpung, Puskesmas Subah dan RSUD Kalisari Batang.
Pantauan di RSUD Kalisari Batang juga menunjukkan sejumlah ambulans keluar masuk membawa korban dari wilayah Bawang untuk mendapatkan perawatan.
Korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami keluhan setelah mencicipi atau mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka.
SPPG Bawang Dihentikan Sementara
Di tengah penanganan para korban, Pemkab Batang mengambil langkah menghentikan sementara distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.
SPPG tersebut diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat yang tersebar di sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Bawang.
Wakil Bupati Batang Suyono menyatakan sampel makanan telah diminta untuk diperiksa melalui Dinas Kesehatan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para korban.
Artinya, sampai saat ini belum dapat dipastikan bahan makanan tertentu sebagai penyebab kejadian tersebut.
Pemkab Batang juga masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi para korban.
Jumlah 276 orang tersebut merupakan data sementara hingga Rabu malam dan masih berpotensi berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan medis.
M8/KMP

















