Jepara, Metro8.News – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sejumlah proyek peningkatan jalan yang saat ini sedang dikerjakan ditargetkan selesai pada September 2026, sehingga masyarakat dapat segera menikmati akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan mulus.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jepara, Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, saat meninjau langsung progres pekerjaan peningkatan Jalan Bendanpete–Buaran, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pengerjaan di ruas Bendanpete–Buaran menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dalam waktu sekitar 10 hari ke depan, progres fisik diperkirakan telah mencapai 50 persen apabila tidak ada kendala di lapangan.
“Progresnya di sini sekitar 10 hari lagi sudah mencapai 50 persen. Mudah-mudahan seluruh pekerjaan berjalan lancar. Rata-rata beberapa ruas jalan yang sedang dikerjakan ditargetkan selesai pada September,” ujar Mas Wiwit.
Tak hanya Bendanpete–Buaran, beberapa ruas lain yang juga masuk dalam program peningkatan tahun ini antara lain Jalan Nalumsari–Papringan serta Jalan Daren–Batas Kudus. Ketiga ruas tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah.
Anggaran Infrastruktur Capai Ratusan Miliar Rupiah
Keseriusan Pemkab Jepara membenahi infrastruktur terlihat dari besarnya anggaran yang digelontorkan sepanjang 2026.
Melalui APBD, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp210 miliar, dengan rincian Rp197 miliar khusus untuk peningkatan jalan. Sementara sisanya digunakan untuk pembangunan saluran drainase, pelebaran jalan, hingga rehabilitasi jembatan.
Selain APBD, pembangunan juga diperkuat melalui pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar serta dukungan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) senilai Rp100 miliar.
Baca Juga: Kabar Baik! Trans Jateng Rute Jepara–Kudus–Pati Ditarget Beroperasi Mulai 2027
Mas Wiwit menjelaskan, dana IJD akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan di sejumlah wilayah, termasuk Karimunjawa yang memperoleh alokasi sekitar Rp55 miliar. Sisanya akan dialokasikan ke sejumlah kecamatan seperti Bangsri, Kedung, dan beberapa wilayah lainnya.
Ia memastikan program IJD tetap berjalan pada tahun ini sebagai kelanjutan pembangunan infrastruktur yang telah dimulai sebelumnya.
Kemantapan Jalan Ditargetkan Terus Meningkat
Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Jepara saat ini berada di angka sekitar 76 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 24 persen ruas jalan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Melalui berbagai proyek peningkatan jalan yang sedang berlangsung, Pemkab Jepara optimistis persentase kemantapan jalan akan terus meningkat setelah seluruh pekerjaan selesai.
“Kalau seluruh intervensi tahun ini selesai, tingkat kemantapan jalan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 77 hingga 78 persen,” jelasnya.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses menuju kawasan permukiman, pertanian, perdagangan, hingga destinasi wisata di Kabupaten Jepara.
Dengan target penyelesaian pada September mendatang, masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat nyata dari percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jepara.
M8/DSKMF

















