Jepara, Metro8.News – Riuh Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 ternyata membawa berkah tersendiri bagi pedagang kecil. Di tengah parade budaya yang menyedot perhatian ribuan penonton, transaksi pedagang kaki lima dan pedagang keliling ikut bergerak.
Salah satunya dirasakan Firman Maulana, penjual es krim keliling yang memanfaatkan keramaian kirab untuk berjualan. Pria yang sudah lima tahun menekuni usaha tersebut mengaku dagangannya jauh lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal.
Bahkan ketika peserta dari tingkat PAUD mulai tampil, hampir satu ember es krim berkapasitas delapan liter telah ludes dibeli penonton.
Baca Juga: Rotasi Besar-Besaran Polres Jepara! 4 Kapolsek dan PJU Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
“Alhamdulillah ada kenaikan. Baru tingkat TK PAUD saja, satu ember hampir habis,” ujar Firman, Selasa (18/8/2026).
Mengantisipasi lonjakan pembeli, Firman sengaja menambah stok. Es krim yang dijualnya terdiri dari rasa vanila, cokelat, dan stroberi. Dari ketiga pilihan tersebut, cokelat dan vanila menjadi varian yang paling banyak diburu.
Kondisi serupa terlihat pada pedagang mainan keliling. Nor Ahmad, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Welahan, ikut mengambil peluang dari padatnya kerumunan masyarakat.
Kitiran dan balon menjadi mainan yang paling diminati anak-anak. Kitiran bahkan dijual dengan harga Rp10 ribu untuk tiga buah.
Menurut Nor, harga murah menjadi salah satu pertimbangan utama pembeli di tengah keramaian acara.
Budaya Jepara Jadi Magnet Warga
Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Jepara tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Parade tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan tradisi Jepara kepada generasi muda.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Obor Tegalsambi yang dibawakan TK Terpadu Tarbiyatul Athfal Muslimat NU Jepara, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara.
Guru pendamping, Lia, menyebut persiapan penampilan dilakukan sekitar dua pekan. Tradisi lokal tersebut dikemas dengan kostum yang lebih modern agar lebih mudah diterima anak-anak.
Baca Juga: Tim Siraju Bergerak! Jalanan Jepara Disisir, Balap Liar hingga Curanmor Disikat
“Tantangannya menyiapkan anak-anak usia dini. Kami harus mengenalkan bahwa tradisi ini perlu dilestarikan,” ujarnya.
Sebanyak 59 nomor atau kelompok peserta ambil bagian dalam kirab. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga kelompok umum.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang datang bersama keluarga. Ana, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, misalnya, sengaja membawa tiga anaknya untuk menyaksikan parade.
Ia tertarik melihat berbagai tradisi dan ikon sejarah Jepara yang ditampilkan peserta, mulai Perang Obor, Pesta Lomban, Ratu Shima, Ratu Kalinyamat hingga R.A. Kartini.
“Anak saya paling suka melihat drumband,” kata Ana.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026 dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kirab hingga selesai.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perebutan juara.
Menurutnya, kirab memiliki misi yang lebih luas, yakni mengembangkan budaya Jepara sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Melihat Merah Putih Berkibar, Veteran Jepara 71 Tahun Ini Terharu dan Kenang Masa di Timor Timur
Dengan demikian, kemeriahan kirab tidak berhenti di panggung pertunjukan. Keramaian peserta dan penonton ikut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat kecil yang berjualan di sekitar lokasi.
Sementara itu, salah satu juri, Sarjono, mengatakan penilaian peserta mencakup sejumlah aspek, antara lain penampilan, kreativitas, kekompakan, dan kesesuaian tema.
Seluruh peserta dinilai telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam pelaksanaan Karnaval Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026.
Kirab pun akhirnya menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dan geliat ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan. Ketika tradisi Jepara ditampilkan di hadapan masyarakat, pedagang kecil pun ikut merasakan berkah dari ramainya perayaan tersebut.
M8/DSKMF

















