Jepara, Metro8.News – Kabar pembegalan yang sempat viral di media sosial di kawasan Jembatan Jinggotan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Peristiwa yang sebelumnya disebut terjadi pada Jumat (17/10/2026) dini hari itu ternyata merupakan cerita bohong yang direkayasa oleh pelapornya sendiri.
Kapolsek Kembang, AKP Heru Setyawan, mengungkapkan bahwa setelah menerima informasi mengenai dugaan pembegalan tersebut, polisi melakukan penyelidikan karena menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan yang disampaikan.
Hasil pengembangan dan penyelidikan polisi akhirnya mengungkap bahwa peristiwa pembegalan tersebut tidak benar.
“Berita itu hoaks, bohong, karangan dia sendiri,” ujar Kapolsek Kembang AKP Heru Setyawan kepada jurnalis Metro8.news, Senin (19/10/2026).
Uang Habis untuk Trading, Pembegalan Direkayasa
Pria bernama Muhammad Indar Maulana bin Suheno, warga Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan yang disampaikannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Dalam video klarifikasi yang beredar, Indar mengaku merekayasa kejadian tersebut setelah menghabiskan uang miliknya untuk bermain trading melalui aplikasi.
Ia mengaku membuat cerita pembegalan karena merasa memiliki tanggung jawab moral kepada orang tua dan keluarga atas uang yang telah hilang.
Untuk menutupi kehilangan uang tersebut, ia kemudian membuat cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan di kawasan Jembatan Jinggotan.
Pengakuan itu sekaligus membantah kabar yang sebelumnya ramai diperbincangkan masyarakat dan beredar melalui media sosial.
Mengaku Dibegal Dua Orang Bermotor
Sebelumnya, informasi dugaan pembegalan tersebut menyebar melalui media sosial. Dalam narasi yang beredar, korban disebut mengalami kejadian pada sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Jembatan Jinggotan.
Pelaku dikabarkan berjumlah dua orang yang mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna putih dan Honda Vario.
Dalam kabar tersebut, korban disebut selamat, tetapi tas miliknya dirampas oleh para pelaku.
Informasi itu kemudian memancing perhatian warganet dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan di kawasan tersebut.
Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, cerita pembegalan itu ternyata tidak benar.
Sampaikan Permintaan Maaf kepada Polisi dan Warga
Dalam video klarifikasinya, Indar juga menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolres Jepara, Kapolsek Kembang, masyarakat Kecamatan Kembang, serta masyarakat Kecamatan Keling, khususnya warga Desa Kunir.
Ia menyatakan bahwa pengakuan dan permintaan maaf tersebut dibuat tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.
Indar juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Terungkapnya kabar bohong tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi kriminal yang belum terverifikasi.
Informasi mengenai dugaan tindak kejahatan sebaiknya disampaikan kepada pihak kepolisian untuk diperiksa kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kapolsek kembang AKP Heru Setyawan mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta mengutamakan sumber informasi resmi dari pihak berwenang.
M8/UCP

















