Jepara, Metro8.New – Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata pegunungan Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter di area Tikungan sebelum Watu Gambang, Dukuh Duplak, Kamis (7/5/2026).
Kejadian ini sempat menggegerkan warga sekitar karena lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik ekstrem dengan medan terjal, tikungan tajam, serta kontur tanah yang licin dan rawan kecelakaan.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Jepara, Polisi Ungkap Kronologi Lengkapnya
Kronologi Lengkap Kejadian
Kapolsek Keling AKP Suyitno saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut sekaligus membeberkan kronologi lengkap kejadian di lapangan.
Menurut keterangan kepolisian, insiden bermula pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban bersama seorang saksi diketahui sedang berada di lokasi Tikungan sebelum Watu Gambang, wilayah Dukuh Duplak, Desa Tempur.
“Korban bersama saksi 1 sedang berada di sekitar lokasi kejadian. Kemudian secara tiba-tiba korban terpeleset dan terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter,” ungkap Kapolsek dalam keterangannya.
Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat sehingga saksi tidak sempat memberikan pertolongan langsung kepada korban. Menyadari kondisi darurat, saksi kemudian segera berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar lokasi kejadian.
Warga Lakukan Upaya Pertolongan
Mendengar adanya insiden tersebut, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu proses pencarian korban. Kondisi medan yang curam dan vegetasi yang cukup lebat membuat proses pencarian berlangsung cukup sulit dan penuh risiko.
Setelah upaya pencarian selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar jurang sekitar pukul 17.00 WIB. Namun nahas, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat luka serius yang diderita akibat benturan keras saat terjatuh.
Petugas medis yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan dengan melibatkan warga dan aparat, jenazah korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, pihak keluarga korban menerima penyerahan jenazah untuk proses pemakaman.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pendataan serta meminta keterangan dari saksi di lokasi kejadian guna memastikan kronologi secara utuh.
Jalur Tempur Kembali Sorotan
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi jalur wisata menuju Desa Tempur yang dikenal memiliki medan ekstrem. Tikungan tajam, jalan sempit, serta keberadaan jurang di sisi jalan menjadi faktor yang kerap menimbulkan risiko bagi pengunjung maupun warga lokal.
Warga setempat menyebut bahwa titik seperti Watu Gambang memang kerap menjadi lokasi rawan, terutama ketika kondisi tanah licin atau saat pengunjung tidak berhati-hati.
Sejumlah pihak berharap adanya peningkatan keselamatan di kawasan tersebut, termasuk pemasangan pagar pengaman di titik rawan, peringatan bahaya, serta peningkatan akses penerangan jalan.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pegunungan Tempur, terutama di area yang memiliki kontur ekstrem.
“Medan di lokasi tersebut sangat berbahaya. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak beraktivitas di titik rawan tanpa pengawasan atau pendampingan,” tegas Kapolsek.
Tragedi jatuhnya korban ke jurang di kawasan Watu Gambang Tempur ini menjadi pengingat keras bahwa kawasan wisata alam juga menyimpan risiko tinggi. Tanpa kewaspadaan dan kehati-hatian, medan indah pegunungan bisa berubah menjadi lokasi yang mematikan dalam sekejap.
M8/UCP

















