Grobogan, Metro8.News – Nasib tragis dialami seorang petani lanjut usia asal Dusun Tumpuk, Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Djuhri Sugeng (66) ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya pada Kamis siang, 7 Mei 2026, diduga akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.
Peristiwa memilukan ini sontak membuat warga sekitar geger. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di tepi sawah setelah sebelumnya dicari oleh keluarga dan warga setempat karena tak kunjung pulang sejak pagi hari.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB saat istri korban mulai merasa khawatir lantaran sang suami belum kembali dari sawah. Padahal biasanya korban sudah berada di rumah menjelang siang.
Karena rasa cemas semakin memuncak, istri korban kemudian meminta bantuan tetangga untuk melakukan pencarian ke area persawahan.
Warga yang datang ke lokasi langsung menyisir area sawah milik korban. Tak lama kemudian, salah satu warga menemukan Djuhri Sugeng sudah tergeletak tak bergerak di pinggir sawah dengan posisi tengkurap dan kepala menghadap ke arah utara.
Penemuan tersebut membuat warga panik. Korban kemudian dievakuasi secara gotong royong dan dibawa pulang ke rumah duka sebelum akhirnya kejadian itu dilaporkan ke pihak kepolisian.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi bersama petugas medis langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan adanya instalasi jebakan tikus beraliran listrik yang dipasang di area persawahan korban. Sejumlah barang turut diamankan sebagai barang bukti, di antaranya power inverter merek Hanaya 1000 watt, accu rakitan, hingga bambu penyangga kawat listrik.
Baca Juga: Tak Main-Main! Jepara Gencarkan Razia Rokok Ilegal, Ini Temuan Petugas di Lapangan
Kapolsek Ngaringan, Iptu Andre Fajar Irianto, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun terdapat luka bakar yang diduga kuat akibat sengatan listrik.
“Korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus yang dipasang sendiri di sawahnya,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat terkait bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan. Selain berisiko memakan korban jiwa, penggunaan aliran listrik terbuka juga membahayakan warga sekitar yang melintas di area pertanian.
Warga sekitar mengaku cukup terpukul atas kejadian tersebut. Korban dikenal sebagai sosok petani yang rajin dan sehari-hari aktif menggarap sawahnya sendiri.
Kini suasana duka menyelimuti keluarga korban setelah Djuhri Sugeng dinyatakan meninggal dunia akibat jebakan yang justru dipasangnya demi melindungi tanaman dari serangan hama tikus.
M8/KMP

















