Jembrana, Metro8.News – Kabar duka datang dari dunia transportasi. Seorang sopir bus asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meninggal dunia saat berada di atas KMP Bintang Balikpapan ketika kapal hendak sandar di Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa (14/7/2026).
Korban diketahui bernama Supriyanto, sopir Bus Putra Pandawa Karya bernomor polisi K 7576 OC. Peristiwa itu baru diketahui ketika sopir cadangan berusaha membangunkan korban untuk bersiap turun dari kapal usai penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.
Namun, korban tidak memberikan respons. Awak bus kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kru kapal yang langsung menghubungi layanan medis untuk penanganan darurat.
Petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama tenaga medis Karantina Kesehatan segera melakukan evakuasi. Sekitar pukul 07.47 WITA, korban dibawa ke Puskesmas II Melaya (Puskesmas Gilimanuk).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga, korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di puskesmas (Dead on Arrival/DOA).
Pemeriksaan awal menemukan adanya tanda-tanda kaku mayat dan lebam mayat. Meski demikian, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, kepolisian menyebut diperlukan pemeriksaan lanjutan melalui autopsi apabila mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah penanganan sesuai prosedur setelah menerima laporan dari awak kapal.
Mulai dari mendatangi lokasi, membantu proses evakuasi, berkoordinasi dengan tenaga medis, hingga menghubungi operator bus agar segera menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Korban diketahui meninggal dunia saat sudah tiba di puskesmas,” ujar AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.
Pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WITA, pihak keluarga tiba di Gilimanuk dan menjemput jenazah untuk dibawa pulang ke rumah duka di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Rombongan keluarga kemudian kembali ke Pulau Jawa melalui Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Supriyanto masih menunggu kepastian medis apabila keluarga memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan berdasarkan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
M8/RB

















