Mayong, Metro8.News – Suasana di salah satu titik aktivitas warga Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB setelah seorang penjual es degan ditemukan terkapar bersimbah darah di dekat lapak dagangannya.
Korban diketahui bernama Rudi, seorang pedagang es degan yang sehari-hari berjualan di lokasi tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka serius di tubuhnya, diduga akibat serangan senjata tajam oleh orang tak dikenal.
Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar panik. Aktivitas yang semula berjalan normal berubah menjadi kerumunan warga yang berusaha mendekat sekaligus mencari pertolongan. Suasana di sekitar lokasi mendadak berubah tegang, dengan sejumlah warga tampak kebingungan melihat kondisi korban.
Salah satu saksi mata, Mbak Bilqis, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengungkapkan kepada jurnalis Metro8.news bahwa peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan mengejutkan warga sekitar.
Menurut Mbak Bilqis, korban awalnya masih terlihat berdiri dan menjalankan aktivitas seperti biasa di lapak es degannya. Namun beberapa saat kemudian, kondisi korban tiba-tiba melemah.
“Awalnya masih jualan seperti biasa, masih berdiri. Tapi tiba-tiba sudah jatuh. Kejadiannya sekitar jam 10.30 WIB. Saya sempat dengar dia minta tolong, tapi suaranya sudah sangat pelan, hampir tidak terdengar,” ujar Mbak Bilqis saat dikonfirmasi.
Ia juga menambahkan bahwa saat itu korban terlihat sempat berusaha bertahan, namun akhirnya tidak mampu berdiri dan jatuh di lokasi kejadian dalam kondisi bersimbah darah.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berhamburan ke lokasi. Namun sebagian mengaku tidak berani mendekat terlalu cepat karena melihat banyaknya darah di sekitar tubuh korban. Situasi sempat membuat panik warga yang berada di sekitar lokasi lapak.
Beberapa warga lainnya segera berinisiatif menghubungi pihak berwenang dan meminta pertolongan medis. Tidak lama setelah laporan masuk, warga bersama petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban.
Rudi kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih belum diketahui secara pasti, namun disebut mengalami luka serius yang diduga akibat benda tajam.
Peristiwa ini juga menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di area yang cukup ramai aktivitas jual beli. Banyak warga yang tidak menyangka kejadian tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba di lingkungan mereka pada jam aktivitas pagi.
Sejumlah warga menyebut tidak melihat adanya keributan besar sebelum korban ditemukan tergeletak. Hal ini membuat dugaan sementara bahwa peristiwa tersebut terjadi secara cepat, tiba-tiba, dan mengejutkan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun motif di balik dugaan penusukan tersebut. Aparat masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk Mbak Bilqis yang disebut menjadi saksi awal peristiwa.
Selain itu, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk lebih lanjut terkait pelaku maupun penyebab pasti luka yang dialami korban.
Warga sekitar berharap kasus ini segera terungkap, mengingat kejadian tersebut menimbulkan keresahan di lingkungan mereka. Banyak yang khawatir peristiwa serupa dapat kembali terjadi jika pelaku belum segera tertangkap.
Sementara itu, aktivitas di sekitar lokasi kejadian sempat terhenti beberapa saat setelah peristiwa berlangsung. Warga masih terlihat berkumpul dan membicarakan kejadian tersebut dengan rasa cemas dan penasaran.
Peristiwa yang menimpa Rudi ini kini menjadi perhatian warga Mayong dan sekitarnya, terutama karena terjadi di ruang publik yang biasanya ramai dan aman untuk aktivitas perdagangan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden yang menimpa penjual es degan tersebut.
M8/UCP

















