Jepara, Metro8.News – Tradisi tahunan Sedekah Bumi di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (10/5/2026) berlangsung sangat meriah dan penuh antusiasme warga. Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalan desa dan lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian kegiatan adat yang diawali dengan pawai dan arak-arakan budaya sebagai pembuka utama acara.
Sejak pagi hari, suasana Desa Kecapi sudah dipenuhi warga yang datang dari berbagai penjuru dusun. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua turut ambil bagian dalam kemeriahan, menjadikan momentum ini sebagai pesta budaya tahunan yang selalu dinanti.
Pawai dan Arak-Arakan Jadi Pembuka Acara
Rangkaian Sedekah Bumi tahun ini diawali dengan pawai dan arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Beragam atraksi tradisional, gunungan hasil bumi, hingga iring-iringan warga dengan pakaian adat menambah semarak suasana desa.
Baca Juga: Ngeri! Honda Beat Hantam Truk Mogok di Jalan KH Wahid Hasyim Jepara, Pengendara Wanita Luka Robek
Pawai tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil panen selama satu tahun terakhir. Sepanjang rute arak-arakan, warga tampak antusias menyambut rombongan pawai yang melintas, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Ribuan Warga Padati Lokasi Acara
Setelah pawai selesai, warga langsung memadati area utama kegiatan di Balai Desa Kecapi. Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan berkah yang diterima masyarakat Desa Kecapi.
Suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat, dengan nuansa kebersamaan yang begitu terasa di tengah masyarakat.
Kepala Desa Kambali Apresiasi Kekompakan Warga
Kepala Desa Kecapi, Khambali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan Sedekah Bumi tahun ini.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Kecapi dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga Sedekah Bumi dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ujar Kambali.
Baca Juga: Polisi Ungkap Detik-detik Penusukan Pedagang Es Degan di Mayong Jepara, Pelaku Diburu
Ia juga menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga, karena mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang tinggi.
Ketua DPRD Jepara Hadiri dan Beri Apresiasi
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, yang turut memberikan apresiasi terhadap pelestarian tradisi Sedekah Bumi di Desa Kecapi.
Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi juga kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Innalillahi.. Siswa SD di Pasuruan Meninggal Usai Makan Mi Instan Pedas dan Minum Soda
Doa, Seni, dan Hiburan Rakyat Warnai Acara
Selain doa bersama, rangkaian Sedekah Bumi juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional dan hiburan rakyat. Warga tampak menikmati seluruh rangkaian acara dengan penuh kegembiraan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Kebersamaan terlihat begitu kuat, mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Kecapi.
Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya
Sedekah Bumi Desa Kecapi tahun 2026 kembali menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, warga tetap konsisten melestarikan warisan budaya yang sarat makna spiritual dan sosial.
Dengan suksesnya acara ini, Sedekah Bumi bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol kekuatan budaya, persatuan, dan rasa syukur masyarakat Desa Kecapi, Jepara.
M8/UCP

















