Jepara, Metro8.News – Di tengah tantangan ekonomi yang kian dinamis, peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2026. bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi “alarm” kebangkitan ekonomi rakyat agar semakin mandiri, kuat, dan berdaulat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs. H. Junarso, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Jepara, kepada jurnalis metro8.news, Rabu (20/5/26).
Menurut Junarso, semangat kebangkitan nasional harus diterjemahkan ke dalam langkah nyata, terutama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berakar pada nilai gotong royong.
“Peringatan Harkitnas ini harus kita maknai sebagai momentum strategis untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong,” tegasnya.
Ia menilai, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Justru, sektor inilah yang menjadi tulang punggung sekaligus penopang utama ekonomi nasional, termasuk di Kabupaten Jepara.
“UMKM harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kebijakan pemerintah harus benar-benar berpihak, mulai dari akses permodalan, pembinaan, hingga perluasan pasar,” ujarnya.
Junarso menegaskan, selama ini UMKM terbukti paling tangguh menghadapi berbagai krisis. Namun tanpa dukungan konkret dan berkelanjutan, potensi besar tersebut tidak akan berkembang secara maksimal.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Jepara untuk terus memperkuat ekosistem UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di tingkat yang lebih luas.
Baca Juga: Pengobatan Gratis PDIP Jepara Diserbu Warga Desa Watuaji, Cek Asam Urat hingga Kolesterol
“Kalau UMKM kuat, ekonomi daerah juga akan kuat. Dampaknya jelas, kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan lebih merata,” imbuhnya.
Tak hanya soal ekonomi, Junarso juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa. Menurutnya, nilai tersebut harus terus dihidupkan di tengah arus modernisasi dan individualisme yang semakin kuat.
“Gotong royong adalah kekuatan kita. Ini bukan sekadar budaya, tapi fondasi dalam membangun kemandirian bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks, mulai dari persaingan global hingga disrupsi teknologi. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Baca Juga: 16 Bhikkhu Jalan Kaki 11 Hari dari Jepara ke Candi Sewu, Perjalanan Thudong Sarat Doa dan Toleransi
“Harkitnas ini harus jadi pengingat bahwa kita tidak boleh lengah. Kita harus terus bangkit dan bergerak bersama menghadapi tantangan zaman,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, Junarso berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026 benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, bukan sekadar seremonial belaka.
“Yang terpenting adalah bagaimana manfaat pembangunan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Itu esensi dari kebangkitan nasional hari ini,” pungkasnya.
M8/UCP

















