Jepara, Metro8.News – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, terus mendorong desa-desa agar lebih mandiri dan produktif melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta pengembangan potensi lokal. Hal itu disampaikan dalam program Ngolah Pikir (Ngopi) Bareng yang digelar di Balai Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa untuk menyelaraskan program pembangunan berbasis potensi lokal. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, Wakapolres Jepara Kompol Faris Budiman, Kepala Desa Bucu Mustaqim, serta jajaran perangkat daerah.
Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit menyoroti sejumlah potensi unggulan Desa Bucu, seperti wisata Air Terjun Songgo Langit dan sektor peternakan ayam petelur. Ia menilai potensi wisata tersebut sudah berkembang, namun masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan melalui penambahan fasilitas penunjang.
Baca Juga: Masalah Limbah Disorot! BGN Setop 9 Dapur MBG di Jepara, Ribuan Siswa Terdampak
“Pengembangan wisata perlu didukung fasilitas seperti area bermain anak dan akses jalan yang memadai. Ini penting untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Pemkab Jepara pun menawarkan skema investasi kolaboratif dengan komposisi 50:50 antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Skema ini diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus berkontribusi pada pendapatan daerah.
Tak hanya pariwisata, sektor peternakan juga menjadi perhatian. Desa Bucu diketahui mampu memproduksi sekitar 1.500 butir telur per hari. Bupati menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyerap hasil produksi tersebut guna mendukung ekonomi warga dan memperkuat pemanfaatan produk lokal.
Dalam pembahasan APBDes, Mas Wiwit menegaskan pentingnya penggunaan anggaran desa yang tepat sasaran, terutama untuk pembangunan infrastruktur dasar. Ia juga menawarkan skema pembiayaan pembangunan jalan desa dengan komposisi 40 persen dari anggaran desa dan 60 persen dari bantuan pemerintah kabupaten.
“Yang penting perencanaannya matang dan anggaran desa sudah disiapkan. Usulan harus masuk sebelum penetapan APBD 2027 agar bisa direalisasikan tepat waktu,” tegasnya.
Baca Juga: Kasus MBG Memanas! Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung
Skema ini tidak hanya berlaku untuk Desa Bucu, tetapi juga terbuka bagi desa lain di Kabupaten Jepara. Dengan perencanaan yang baik dan sinergi antara pemerintah desa dan daerah, pembangunan infrastruktur serta pengembangan potensi lokal diharapkan bisa dipercepat.
Melalui program Ngopi Bareng, Pemkab Jepara menegaskan komitmennya dalam mendorong desa agar lebih mandiri, inovatif, dan mampu mengelola potensi yang dimiliki secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
M8/UCP

















