Jepara, Metro8.News – Viral di media sosial, protes warga terkait jalan rusak di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara akhirnya mendapat respons. Tulisan “Stop Pajak, Kapan Mulus?” yang sempat ramai di Facebook dan Instagram kini berujung pada dimulainya penanganan jalan oleh pemerintah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara memastikan bahwa perbaikan ruas jalan Daren–batas Kudus sudah mulai dikerjakan.
Kepala Dinas PUPR Jepara, Hery Yulianto, setelah dikonfirmasi jurnalis Metro8.news pada Selasa (2/6/2026), menyampaikan bahwa penanganan telah berjalan di lapangan.
“Penanganan jalan Daren–batas Kudus sudah kita mulai, mas,” ujarnya.
Baca Juga: Viral! Tulisan “Stop Pajak, Kapan Mulus?” di Jalan Rusak Nalumsari Jepara Bikin Heboh Warganet
Anggaran Rp 2,5 Miliar dari APBD 2026
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari APBD Kabupaten Jepara Tahun 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp 2.562.389.140 atau sekitar Rp 2,5 miliar.
Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, dimulai sejak 26 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada sekitar September 2026.
Berawal dari Viral “Stop Pajak, Kapan Mulus?”
Sebelumnya, warga Daren meluapkan kekecewaan dengan cara tak biasa. Mereka menuliskan protes di badan jalan menggunakan pilox dengan kalimat:
“Stop Pajak, Kapan Mulus?”
Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian luas publik. Kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, serta dipenuhi genangan air dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kondisi Jalan Jadi Sorotan
Meski proyek telah berjalan, kondisi jalan rusak parah masih terlihat saat aksi protes terjadi. Hal ini memunculkan sorotan publik terkait percepatan penanganan di lapangan.
Jalur tersebut diketahui merupakan akses vital warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi barang, mobilitas pelajar, hingga pekerja.
Harapan Warga
Dengan dimulainya proyek bernilai miliaran rupiah ini, warga berharap perbaikan benar-benar tuntas dan memberikan dampak nyata.
Viralnya aksi protes ini pun menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan masih menjadi perhatian serius masyarakat.
M8/UCP

















