Jepara, Metro8.News – Ribuan umat Buddha memadati Pendopo R.A. Kartini Jepara dalam peringatan Sannipata Waisak 2570 Tahun Buddhis/2026 Masehi, Minggu (21/6/2026). Momentum keagamaan yang dihadiri sekitar 1.500 umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara itu menjadi ajang memperkuat pesan toleransi, kerukunan, dan persatuan dalam keberagaman.
Peringatan Waisak berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh agama, serta para Bhikkhu, Romo, Ramani, dan Pandita dari berbagai majelis agama Buddha. Sementara Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Baca Juga: Truk Isuzu Terbakar Hebat di Jembatan Kedung Gunting Jepara, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Pendopo ini dan Kabupaten Jepara secara utuh adalah rumah besar milik kita bersama. Di rumah ini, semua warga dirangkul, semua diemong, dan semua dilayani tanpa sekat perbedaan,” ujar Witiarso.
Menurutnya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.
Baca Juga: Perampok Bergaya ‘Robin Hood’ Tebar Uang Rp850 Juta Saat Kabur, Polisi Minta Warga Mengembalikannya
Mas Wiwit menegaskan bahwa pembangunan Jepara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat pembangunan sosial dan spiritual masyarakat sebagai bagian dari visi Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius).
“Nilai religius tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan sarana ibadah, tetapi juga melalui upaya menjaga kerukunan antarumat beragama, menciptakan rasa aman dalam beribadah, serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” katanya.
Pada peringatan Waisak tahun ini, tema yang diangkat adalah “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang menghadapi berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Pati–Tayu, Truk Oleng Tabrak Tiga Motor, Dua Orang Meninggal
Menurut Bupati, perdamaian dunia harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Nilai-nilai Dharma yang mengajarkan cinta kasih dan welas asih diyakini mampu menjadi pondasi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Ia juga mengajak seluruh umat Buddha di Jepara untuk terus menebarkan semangat toleransi dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika umat Buddha di Jepara terus memancarkan cinta kasih tanpa batas, maka kedamaian akan semakin kokoh berakar di Bumi Kartini ini. Kedamaian dan toleransi merupakan modal dasar yang sangat berharga untuk bersama-sama mewujudkan Jepara yang makmur dan sejahtera,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Mas Wiwit menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap momentum Waisak dapat menjadi pengingat untuk terus menyalakan pelita kebijaksanaan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Peringatan Sannipata Waisak 2026 di Pendopo R.A. Kartini Jepara berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi penting bagi terciptanya pembangunan yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan di Bumi Kartini.
M8/DSKMF

















