Jepara, Metro8.News – Kebakaran melanda kandang ayam di Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Kamis (15/10/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Jepara membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news. Dalam keterangannya, tim Damkar juga membeberkan kronologi penanganan kebakaran yang terjadi pada dini hari itu.
Berdasarkan laporan kejadian Damkar Jepara, kebakaran terjadi di kandang ayam milik Sucipto, warga RT 03 RW 02, Desa Kunir, Kecamatan Keling.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 03.49 WIB. Petugas kemudian memberangkatkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Bangsri menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 04.38 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku menangani kobaran api, proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 06.30 WIB.
Diduga Berawal dari Pemanas Ayam
Berdasarkan kronologi dalam laporan Damkar Jepara, kebakaran diduga bermula dari penyalaan api pada pemanas ayam yang digunakan di dalam kandang.
Kandang yang terdampak memiliki ukuran sekitar 10 x 50 meter persegi. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp800 juta.
Dalam penanganan kejadian ini, dua personel Damkar, yakni Antok S dan Didik S, diterjunkan bersama satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Bangsri.
Beruntung, kebakaran berhasil diatasi. Berdasarkan laporan petugas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemanas Kandang Perlu Diwaspadai
Kebakaran yang diduga berkaitan dengan penggunaan pemanas ayam ini menjadi pengingat bagi para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di area kandang.
Penggunaan peralatan pemanas perlu disertai pengawasan dan pemeriksaan berkala. Penempatan sumber api juga harus memperhatikan jarak aman dari material yang mudah terbakar.
Besarnya taksiran kerugian dalam kejadian di Desa Kunir tersebut menunjukkan bahwa kebakaran di fasilitas peternakan dapat menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan.
M8/UCP

















