Jepara, Metro8.News – Politik jangan hanya ramai menjelang pemilu, sementara anak muda merasa persoalan pendidikan, lapangan kerja, dan masa depan mereka belum terjawab. Pesan itulah yang disoroti Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, H. Junarso, saat mendorong pendidikan politik yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.
Menurut Junarso, kesadaran politik tidak cukup diukur dari kehadiran masyarakat di tempat pemungutan suara (TPS). Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami bagaimana keputusan politik dan kebijakan pemerintah berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Pandangan tersebut disampaikan Junarso dalam pertemuan antara jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara di Kantor DPC PDIP Jepara, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan itu membahas sejumlah agenda, mulai dari pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan, evaluasi pelaksanaan pemilu, hingga upaya memperkuat pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.
Junarso: Politik Harus Menjawab Persoalan Anak Muda
Junarso yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara menilai, pendidikan politik perlu dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama generasi Z dan milenial.
Isu pendidikan, peluang mendapatkan pekerjaan, kesempatan berusaha, hingga kesejahteraan dinilai perlu menjadi bagian penting dalam pembahasan politik.
Dengan pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak memandang politik sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Sebaliknya, mereka dapat memahami hubungan antara pilihan politik, kebijakan publik, dan masa depan yang ingin dibangun.
“Pendidikan politik harus dikemas dengan cara yang relevan dengan kebutuhan anak muda. Isu pendidikan, lapangan kerja, dan masa depan mereka perlu menjadi bagian dari pembahasan, agar generasi muda memahami hubungan antara politik, kebijakan publik, dan kehidupan sehari-hari,” kata Junarso.
Ia menegaskan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara berkomitmen melanjutkan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula dan pemilih muda.
Upaya tersebut dinilai penting agar keterlibatan anak muda dalam demokrasi tidak berhenti pada penggunaan hak pilih saat pemilu, tetapi juga berkembang menjadi partisipasi aktif dalam memahami dan mengawal kebijakan publik.
Partisipasi Pemilih Jepara Naik, Kualitas Suara Jadi Perhatian
Dalam pertemuan tersebut, Junarso juga mengapresiasi pelaksanaan Pemilu 2024 di Kabupaten Jepara. Ia menilai komunikasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan demokrasi sekaligus menyiapkan perbaikan ke depan.
Data yang disampaikan dalam pertemuan itu menunjukkan, partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024 untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Jepara mencapai 85,48 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan Pemilu 2019 yang mencatat partisipasi sebesar 82,87 persen. Dengan demikian, terdapat kenaikan partisipasi sebesar 2,61 poin persentase.
Meski menunjukkan tren positif, peningkatan jumlah pemilih yang datang ke TPS dinilai belum menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan demokrasi.
Sebab, persoalan suara tidak sah juga menjadi perhatian. Pemilih yang hadir di TPS tetap perlu dibekali pemahaman memadai agar dapat menggunakan hak pilih secara benar.
Dengan kata lain, tantangan demokrasi bukan hanya mendorong masyarakat datang ke TPS, melainkan memastikan mereka memahami proses pemilihan dan mampu menentukan pilihan secara sadar.
KPU Jepara Siapkan Pendidikan Pemilih Berdasarkan Segmentasi
Ketua KPU Kabupaten Jepara, Ris Andy Kusuma, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun program pendidikan pemilih dengan sasaran berdasarkan segmentasi masyarakat.
Kelompok yang menjadi perhatian antara lain prapemilih dan pemilih aktif. Pendekatan berdasarkan segmentasi tersebut diharapkan membuat pendidikan pemilih lebih tepat sasaran sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok.
Dalam diskusi bersama jajaran PDIP Jepara, KPU juga menyoroti persoalan suara tidak sah sebagai salah satu tantangan yang perlu ditangani melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilu.
KPU Jepara berharap partai politik dapat bersinergi dalam merumuskan konsep pendidikan pemilih dan pendidikan politik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan demokrasi sekaligus meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang.
Pendidikan Politik Tak Cukup Menjelang Pemilu
Pertemuan DPC PDI Perjuangan dan KPU Jepara menjadi pengingat bahwa pendidikan politik membutuhkan proses berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan menjelang pemungutan suara.
Bagi generasi muda, politik akan terasa relevan ketika mereka memahami kaitannya dengan persoalan konkret, seperti akses pendidikan, kesempatan kerja, peluang usaha, dan kesejahteraan.
Karena itu, tantangan pendidikan politik ke depan bukan hanya meningkatkan angka partisipasi pemilih, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat agar lebih kritis terhadap proses demokrasi dan kebijakan yang memengaruhi kehidupan mereka.
Ketika anak muda memahami hubungan tersebut, partisipasi politik diharapkan tidak berhenti di bilik suara, tetapi berlanjut melalui keterlibatan dalam kehidupan sosial dan pengawasan kebijakan publik.
M8/UCP

















