Jepara, Metro8.News – Camat Pakis Aji, Muhammad Shodiq, S.E., M.M., memulai program pembinaan administrasi bagi pelaksana kegiatan, kepala seksi (kasi), dan kepala urusan (kaur) desa se-Kecamatan Pakis Aji Rabu 21/10/26. Kegiatan yang digelar di Balai Desa Mambak tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan ketertiban administrasi, serta memastikan pelaksanaan kegiatan desa berjalan sesuai aturan.
Kegiatan ini diikuti para petinggi, kepala seksi, dan kepala urusan dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Pakis Aji. Pembinaan difokuskan pada pemahaman tugas dan fungsi perangkat desa, sinergi dalam menjalankan kebijakan, serta ketepatan proses administrasi dan pelaporan kegiatan.
Dalam pemaparannya, Camat Pakis Aji Muhammad Shodiq menekankan pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara petinggi, carik, dan seluruh perangkat desa. Menurutnya, setiap unsur pemerintahan desa harus memahami kedudukan, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia menegaskan, petinggi memiliki kedudukan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk dalam pengelolaan keuangan desa dan tanggung jawab atas pelaksanaan pemerintahan. Karena itu, seluruh perangkat harus mampu menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan arah kebijakan petinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sinergi menjadi kunci. Jangan sampai ada pembangkangan terhadap petinggi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintahan desa. Semua harus bekerja sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing,” demikian penekanan dalam pembinaan tersebut.
Shodiq juga menyoroti peran carik sebagai koordinator administrasi dan pelaksanaan kegiatan desa. Koordinasi diperlukan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan agar setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, pembinaan administrasi menjadi semakin penting di tengah perubahan regulasi yang terus berlangsung. Perangkat desa dituntut selalu memperbarui pemahaman terhadap aturan agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan data maupun penyusunan dokumen yang berpotensi menimbulkan cacat administrasi.
Ia mengajak seluruh pemerintah desa untuk mempertahankan reputasi Kecamatan Pakis Aji sebagai wilayah yang cepat dan tepat dalam penyelesaian administrasi. Ketepatan bukan hanya diukur dari kecepatan menyelesaikan dokumen, melainkan juga dari kesesuaian prosedur dan akuntabilitas pelaksanaannya.
Kasi PMDD: Pemerintah Desa Ibarat Kapal yang Harus Dijaga Bersama.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Sawiji, S.E., memberikan motivasi kepada para peserta agar membangun kerja sama yang solid dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Ia mengibaratkan desa sebagai sebuah kapal yang harus dijaga bersama oleh seluruh orang di dalamnya. Apabila setiap unsur tidak saling bekerja sama dan mengabaikan persoalan yang muncul, kapal tersebut berisiko oleng, bahkan tenggelam.
Desa itu ibarat kapal. Kita semua berada di dalamnya, sehingga harus kompak dan saling bekerja sama. Jangan sampai kapal yang kita tumpangi oleng, apalagi tenggelam, hanya karena ada kebocoran yang tidak segera ditangani,” menjadi pesan motivasi yang disampaikan Sawiji.
Ia menekankan bahwa setiap kasi dan kaur harus memiliki kepekaan tinggi terhadap tugas serta tanggung jawabnya. Perangkat desa juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan aturan dan kebijakan anggaran, sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara cermat, tepat, dan sesuai ketentuan.
Khusus bagi pelaksana kegiatan, Sawiji mengingatkan pentingnya ketelitian sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian pekerjaan. Setiap tahapan harus diperhatikan agar tidak menyisakan celah dalam administrasi maupun hasil pelaksanaan kegiatan.
Ia juga meminta pemerintah desa memahami kalender kegiatan tahunan. Dengan perencanaan yang matang, pengajuan dana kegiatan diharapkan dapat dilakukan sejak Maret, sehingga pelaksanaan program tidak menumpuk menjelang akhir tahun.
Harapannya, tidak ada desa yang tertinggal dalam pelaksanaan kegiatan maupun penyelesaian administrasi akibat lemahnya koordinasi dan perencanaan.
Forum Pembinaan Sekaligus Evaluasi Realisasi Kegiatan Desa
Selain menjadi sarana pembinaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran desa.
Dalam diskusi terungkap bahwa masih terdapat desa yang hingga Oktober belum mengajukan dana untuk sejumlah kegiatan yang telah direncanakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum, dana kegiatan yang belum terserap atau masih mengendap pada bulan Oktober disebut mencapai sekitar 50 persen.
Angka tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah desa untuk segera mengevaluasi hambatan yang menyebabkan lambatnya pengajuan maupun pelaksanaan kegiatan.
Keterlambatan realisasi perlu ditelusuri secara cermat, apakah disebabkan oleh kendala administrasi, kesiapan dokumen, proses perencanaan, atau faktor teknis lainnya. Evaluasi diperlukan agar penyelesaian kegiatan tetap sesuai jadwal tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Pembinaan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki pola kerja, memperkuat koordinasi antarpersonel, serta meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan administrasi dan anggaran.
Melalui program pembinaan tersebut, Kecamatan Pakis Aji mendorong seluruh pemerintah desa agar semakin profesional, responsif terhadap perubahan regulasi, dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap program.
Pesan utamanya jelas, administrasi yang tertib, koordinasi yang solid, dan pelaksanaan anggaran yang tepat waktu merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel.
M8/AR

















