Jepara, Metro8.News – Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan kekeringan yang kerap menghantui warga saat musim kemarau. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Jepara menyiapkan total anggaran sebesar Rp5,9 miliar untuk penanganan kekeringan secara permanen di sejumlah wilayah rawan.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk dropping air bersih saat kondisi darurat, tetapi juga difokuskan pada pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi agar masyarakat memiliki akses air bersih jangka panjang.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto saat dikonfirmasi Jurnalis Metro8.News (10/5/26) menjelaskan, pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap pada tahun 2026 dan 2027.
Baca Juga: Persijap Jepara Hajar Persita 3-0, Laskar Kalinyamat Jauh dari Zona Degradasi
Pada tahun 2026, Pemkab Jepara menganggarkan sekitar Rp1,7 miliar yang bersumber dari dana CSR Bank Jateng sebesar Rp450 juta dan APBD Jepara sebesar Rp1,297 miliar.
“Selain penanganan darurat melalui dropping air bersih, Pemkab Jepara juga serius menangani kekeringan secara permanen lewat pembangunan sumur bor dan pipanisasi di desa-desa rawan kekeringan,” ujar Arwin.
Sementara itu, pada tahun 2027 mendatang, pemerintah daerah kembali menambah anggaran sebesar Rp4,26 miliar untuk melanjutkan pembangunan yang belum selesai pada tahap sebelumnya. Dengan demikian, total anggaran penanganan kekeringan mencapai Rp5,9 miliar.
Baca Juga: Ngeri! Honda Beat Hantam Truk Mogok di Jalan KH Wahid Hasyim Jepara, Pengendara Wanita Luka Robek
Sejumlah desa yang menjadi prioritas penanganan permanen di antaranya Desa Clering dan Desa Sumberrejo di Kecamatan Donorojo, Desa Bategede di Kecamatan Nalumsari, Desa Kunir di Kecamatan Keling, Desa Temiliar, Desa Kepuk, serta Desa Banjaran di Kecamatan Bangsri, hingga Desa Cepogo di Kecamatan Kembang.
BPBD Jepara menyebut, beberapa proyek sudah mulai menunjukkan hasil. Pada tahun 2026, pembangunan pipanisasi di Desa Kunir serta penyambungan jaringan air bersih di Desa Bategede telah selesai dikerjakan. Sedangkan wilayah lainnya masih dilakukan penanganan bertahap dan akan dilanjutkan hingga 2027.
Arwin menegaskan, langkah tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengurangi dampak kekeringan yang selama ini rutin terjadi saat musim kemarau tiba.
Baca Juga: Polisi Ungkap Detik-detik Penusukan Pedagang Es Degan di Mayong Jepara, Pelaku Diburu
“Pemerintah Kabupaten Jepara benar-benar serius menangani kekeringan secara permanen, sehingga masyarakat nantinya tidak lagi bergantung penuh pada dropping air bersih saat musim kemarau,” tegasnya.
Program pembangunan sumur bor dan pipanisasi ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi warga desa rawan kekeringan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah Jepara.
M8/UCP

















