Jepara, Metro8.News – Polemik pemberitaan dugaan “mafia BBM” di Kabupaten Jepara memanas. Narso, warga yang namanya disebut dalam sebuah pemberitaan media online, mengaku merasa difitnah dan dirugikan atas informasi yang beredar.
Pemberitaan tersebut diketahui menggunakan judul “Jepara Darurat Dugaan Mafia BBM Ilegal, Nama Narso Disorot” dan beredar dalam bentuk screenshot di media sosial.
Narso menilai pemberitaan tersebut telah menimbulkan kesan negatif terhadap dirinya. Ia pun menyatakan tidak akan tinggal diam dan mempertimbangkan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
“Saya merasa nama saya dicemarkan. Kalau memang ada tuduhan terhadap saya, silakan dibuktikan. Saya siap mempertanggungjawabkan apa pun yang memang saya lakukan, tetapi jangan membuat tuduhan tanpa dasar yang jelas,” ujar Narso, pada Metro8.News Senin (5/10/2026).
Narso Pertanyakan Dasar Pemberitaan
Narso mempertanyakan dasar munculnya pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan dugaan aktivitas ilegal terkait BBM.
Menurutnya, tuduhan serius semestinya disertai data, bukti, serta konfirmasi kepada pihak yang disebut dalam berita.
Ia juga mempertanyakan narasi yang mengaitkan persoalan tersebut dengan SPBN Kedung Malang serta dugaan adanya pihak tertentu yang disebut memiliki perlindungan dari aparat penegak hukum.
“Kalau memang ada bukti, tunjukkan. Kalau saya dianggap terlibat, saya juga berhak dikonfirmasi dan memberikan klarifikasi. Jangan sampai masyarakat langsung percaya hanya karena membaca sebuah judul atau screenshot,” katanya.
Soal Dugaan “Mafia BBM”, Warga Beri Tanggapan
Di tengah polemik tersebut, muncul pula tanggapan dari warga nelayan di kawasan Kedung Malang.
Salah seorang nelayan yang ditemui menyampaikan bahwa pelayanan BBM di SPBN Kedung Malang selama ini berjalan sebagaimana mestinya.
“Pelayanannya bagus, BBM juga lancar. Jadi kami juga heran kalau tiba-tiba muncul berita seperti itu,” ujar warga tersebut.
Meski demikian, keterangan warga tersebut merupakan pendapat pribadi dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai benar atau tidaknya seluruh isi pemberitaan yang dipersoalkan.
Narso Siap Gunakan Jalur Hukum
Narso menegaskan bahwa dirinya menghormati kebebasan pers. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut tetap harus disertai tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Ia mengatakan akan menempuh langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam pemberitaan yang menurutnya merugikan nama baiknya.
“Saya tidak takut kalau memang harus berhadapan dengan proses hukum. Justru melalui jalur hukum semuanya bisa dibuktikan secara terang. Siapa yang membuat, apa dasarnya, dan dari mana sumber tuduhannya, semuanya bisa diperiksa,” tegas Narso.
Narso juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum persoalan tersebut mendapatkan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut.
M8/UCP

















