Jepara, Metro8.News – Menjadi pengibar Sang Merah Putih pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan perkara mudah. Di Kabupaten Jepara, ratusan pelajar harus melewati rangkaian seleksi ketat sebelum akhirnya hanya 28 nama yang dinyatakan terpilih.
Sebanyak 300 lebih pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Jepara mengikuti proses seleksi Paskibraka 2026. Dari jumlah tersebut, hanya 28 pelajar yang akhirnya dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Jepara.
Pengukuhan berlangsung di Pendopo Kartini Jepara, Jumat (14/8/2026).
Puluhan pelajar terpilih itu terdiri dari 16 putra dan 12 putri yang berasal dari 15 sekolah.
Baca Juga: Terungkap! Petani 72 Tahun Ditemukan Tewas di Hutan Kancilan Jepara, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
Mereka kini bersiap menjalankan tugas penting dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
Dari Ratusan Peserta, Hanya 28 yang Lolos
Proses menuju barisan Paskibraka tidak ditempuh dalam waktu singkat. Para peserta harus melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), kesehatan, parade, baris-berbaris, kesamaptaan fisik hingga psikotes melalui wawancara.
Pelatih Paskibraka Kabupaten Jepara dari unsur Polres Jepara, Dedy Apriliyanto, mengatakan seluruh tahapan dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan peserta yang dinilai siap secara fisik maupun mental.
“Jumlah pendaftar mencapai lebih dari 300 pelajar. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi, 28 peserta mengikuti pembinaan hingga persiapan tugas,” kata Dedy.
Pembinaan dimulai sejak 25 Juli 2026.
Tak sekadar membentuk kemampuan baris-berbaris, para peserta juga ditempa untuk memiliki kedisiplinan, keberanian dan kemampuan tampil di depan publik.
Menurut Dedy, perubahan tersebut mulai terlihat selama proses pembinaan.
Peserta yang sebelumnya masih malu berbicara di depan umum perlahan mulai berani menyampaikan pendapat.
Alysia Dipercaya Membawa Baki
Salah satu pelajar yang berhasil menembus seleksi adalah Alysia Zerlina A., 16 tahun, siswi SMA Negeri 1 Bangsri asal Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang.
Alysia mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera.
Bagi Alysia, kepercayaan tersebut bukan sekadar kebanggaan. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh konsentrasi.
Ia mengaku harus berulang kali mengasah gerakan agar tetap konsisten sejak awal hingga akhir pelaksanaan tugas.
“Terus konsisten gerakannya dari awal sampai akhir walaupun lelah, tapi saya tetap harus profesional,” ujarnya.
Untuk menjaga ketenangan, Alysia juga menyiapkan mental dengan afirmasi positif.
Ia menanamkan keyakinan bahwa dirinya mampu menjalankan amanah tersebut.
“Saya bisa, saya harus bisa karena ini adalah tugas negara satu tahun dalam sekali seumur hidup,” katanya.
Proses pembinaan Paskibraka juga membuat Alysia merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku menjadi lebih disiplin, fokus dan terbiasa mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
Baca Juga: Bakar Sampah Berujung Petaka, Api Merambat Lahap Lahan Semak Dekat KDMP Kedung Jepara
Devan Jadi Pembentang Bendera
Pelajar lainnya, Devan Putra L., 15 tahun, siswa SMA Negeri 1 Donorojo, juga mendapat tugas khusus.
Ia terpilih sebagai pembentang bendera.
Devan melewati seluruh rangkaian seleksi sebelum akhirnya masuk dalam 28 peserta terpilih.
Perjalanan latihan pun tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangannya adalah keterbatasan lokasi latihan karena beberapa tempat digunakan untuk kegiatan lain.
Namun kondisi tersebut tidak membuat para peserta berhenti berlatih.
“Kita tetap mengatasinya dengan tetap berlatih di tempat-tempat yang sekiranya masih bisa digunakan buat latihan,” ungkap Devan.
Di tengah padatnya latihan, ia juga tetap berusaha menjaga kewajiban sebagai pelajar dengan meluangkan waktu untuk belajar.
Devan berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus menjadi contoh bagi teman-teman dan masyarakat.
Baca Juga: Agus Sutisna Soroti Nasib Petani dan Nelayan Jepara Usai Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden 2026
Satu Pelajar Jepara Tembus Paskibraka Jateng
Kabar membanggakan juga datang dari tingkat provinsi.
Dari proses seleksi Paskibraka Jepara 2026, seorang pelajar berhasil dipercaya menjalankan tugas pada Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dia adalah Arno Cakra H., 16 tahun, siswa SMA Negeri 1 Jepara.
Terpilihnya Arno menjadi catatan tersendiri bagi pembinaan generasi muda di Kabupaten Jepara.
Wabup: Paskibraka Bukan Sekadar Baris-Berbaris
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang bertindak sebagai pembina upacara mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, Paskibraka merupakan bagian dari proses kaderisasi calon pemimpin bangsa.
Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan tidak boleh berhenti setelah upacara selesai.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris dan mengibarkan Sang Merah Putih. Namun, menjadi Paskibraka adalah tentang disiplin, tanggung jawab, integritas, kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air,” tegasnya.
Para Paskibraka juga diminta menjaga perilaku, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Baca Juga: Sekolah di Jepara Kemalingan Saat Dini Hari, 2 Kamera, Laptop dan Rp2,3 Juta Raib
Termasuk dalam menggunakan media sosial.
Pesan tersebut menjadi penting karena tugas Paskibraka tidak berhenti ketika upacara selesai. Mereka diharapkan mampu membawa karakter disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, 28 pelajar pilihan Jepara tinggal menunggu satu momentum penting.
Pada 17 Agustus 2026, mereka akan berdiri membawa amanah untuk mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari lebih dari 300 pendaftar, hanya 28 yang sampai di titik tersebut.
Dan bagi mereka, satu kibaran Merah Putih akan menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan.
M8/DSKMF

















